Minggu, 06 Februari 2011

MEREDAKAN KEMARAHAN *&%^$%#%$^%%$^f><<$ :(

0 comments
 

oleh Arief Hidayat pada 29 Juli 2010 jam 3:04

Sangat menarik….. cuma bagaimana caranya meredakan kemarahan ?
Apakah semudah mengatakannya ? Dari apa yang pernah ane lakukan dan pelajari, ternyata sangat mudah !
  1. Ketika marah…. sebelum anda mengeluarkan kemarahan anda … tariklah nafas yang dalam…. tahan beberapa saat ( dan sambil mmenahan nafas… kumpulkan segala kemarahan kedalam rongga dada )… lalu hembuskan dengan melalui mulut dengan gerakan meniup.. lakukan beberapa kali sampai anda merasa tenang dan nyaman
  2. Atau cara lain… anda imajinasikan sedang menggenggam bola tenis….genggam dengan kuat… sambil anda alirkan marah anda ke bola tenis tersebut…. pas ketika anda merasa sangat marah… lemparkan bola tenis tersebut kuat kuat…. bersamaan anda melempar emosi anda
  3. Buat yang senang dengan olah raga lebih mudah lagi ( trutama tenis, bulutangkis, golf, squash, dll) pukulah bola denga skuat kuatnya…. dengan emosi yang penuh… dengan segala kemarahan yang tersimpan… ( cuma kasian yang jadi musuh anda )
  4. Dan yang paling nikmat adalah… masuklah kedalam kamar mandi… mandilah dengan air dingin… guyur kepala anda….dan nikmati kesegaran air dikepala anda… ( paling pas kalo pake shower )

Mudah mudahan bermanfaat.

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: Janganlah matahari terbenam, sebelum padam kemarahanmu

Meredakan Kemarahan

Di buku rekor Guinness 2005, Percy Arrowsmith dan Florence tercatat sebagai suami istri tertua di dunia. Mereka telah menikah selama 80 tahun. Percy berusia 105 tahun, sedangkan istrinya 100 tahun. Namun, keduanya masih saling mencintai. Apa rahasianya? “Sederhana!” kata mereka. “Kami tidak akan pergi tidur sebelum menyelesaikan konflik. Tidak enak tidur membawa kemarahan. Jika bertengkar, kami berusaha saling mengampuni sebelum larut malam, supaya hari itu bisa ditutup dengan ciuman dan genggaman tangan.”

Kemarahan bisa mampir mendadak; ketika kita dicurangi, dituduh bersalah, atau saat melihat ketidakadilan. Jika dipendam, kemarahan ini akan berbuahkan iri hati dan kepahitan. Satu kali ia bakal meledak dan bertindak main hakim sendiri! Maka, nasihatinya adalah untuk berhenti marah dan menyerahkan masalahnya kepada Tuhan. Biarlah Tuhan yang bertindak dan memunculkan keadilan. Kemarahan tidak berguna. Jika disimpan, ia bagai sampah yang membusuki hati.

Apakah Anda sedang marah atau kerap marah? Datangnya marah tak bisa dicegah, tetapi bisa diredakan. Ceritakan kekesalan Anda kepada Tuhan, nantikan Dia bertindak, lalu padamkan amarah Anda sebelum mentari terbenam. Jangan biarkan kemarahan mengotori hati, mematahkan semangat, dan mengganggu waktu tidur Anda!

KEMARAHAN ITU BAGAIKAN KANKER IA HARUS SEGERA DIBABAT SEBELUM MERAMBAT

Leave a Reply

Blogger templates

Blogger news

Kareba Dopa NAVAI

Popular Posts

Facebook