Tampilkan postingan dengan label B90s - Suka - Suka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label B90s - Suka - Suka. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 Maret 2011

TOALUSU - Herry Rahman Millenium 11

– 0 comments
 
TOALUSU
Cipt. Herry Rahman/Vocal : Herry Rahman

Nisangaka bayangi Toalusu Njumanggaro Ranga Ia Nalusu,
Sakidepa Ane Tomanuru Nanginu Aga Uve Nggaluku
Toalusu Nonturo Rivatu Ripuna Nukayu Ri Bolovatu
Naria Muni Nonturo Ri Salu Ri Pompelono Ritainga Nuavu
Nipotana Tana Ntona Pura Ntalu
Reef:
Ritempona Tona Nosio-sio Toalusu Nipokio-kio
Ane Nasipa Belomo Rikaro Mpandoamo Nerapi Lamoro
Kasi Ranga Topomparikaro Nihajai Niala Nte Oto
Najili Damo Nolipa Mboto Nomparikanto Labi Nuroko
Bandar Sio Nangalimo Oto Toporekap Nomotoron Barumo
Topotulisi Noroko Belomo Yaku Topa Ngali Nenjoyomo
Lamoro Mau Ni Roena Ledo
[ Read More ]
Read more...
Senin, 07 Februari 2011

edane EDAN

– 0 comments
 
Akhir tahun 2010, musik rock Indonesia kembali digebrak oleh rilisan terbaru dari Log Music atau sub label dari Logiss Records yaitu Edane dengan album keenam yang bertitel Edan yang diproduseri Log Zhelebour.
Dengan penampilan terbarunya, Edane kini diperkuat oleh Ervin Nanzabakri – vocal (mantan vokalis Aksara Band Bandung), Eet Sjahranie – guitar, Hendra Zamzami – rhythm guitar, Daeng Oktav – bass dan Fajar Satritama – drums. Lewat album Edan yang dirilis pada tanggal 4 Desember 2010 kemarin bertepatan dengan 3rd Decade Log For Rock di Brigif Cimahi, Edane ingin membuktikan eksistensi mereka di blantika rock Indonesia dengan konsep yang betul-betul berbeda dibandingkan album sebelumnya. Sedikit menyoroti karakter vokal, dalam album ini Ervin bisa membawakan  karakter vokal di album The Beast (1992), Jabrik (1993), Borneo (1997), 170 Volts (2002) dan Time To Rock (2005).
Ada dua belas nomor sangat variatif untuk kita simak, dibuka oleh intro yang bertitel The Undefeated. Hal yang unik disini yaitu sentuhan etnik Kalimantan tetapi dengan nuansa yang sangat terpengaruh oleh Irlandia,  karena menggunakan alat musik tiup khas Irlandia Bagpipe. lalu Best Of Me adalah komposisi dimana Edane berhasil memadukan pattern modern rock dengan hard rock 80an terutama dari segi lead guitarnya dan vokal pun bisa dikombinasikan antara clean vocal hard rock dan raw vocal era modern rock. sementara single andalan Living Dead adalah komposisi yang banyak mengeksplorasi permainan guitar dimana pattern guitar yang dimainkan oleh Eet banyak terpengaruh oleh thrash metal dan shredder heavy metal. Selain itu permainan drum pun banyak memperlihatkan power juga scream vocal mampu mencapai nada-nada yang sangat tinggi. dalam komposisi Comin’ Down etnik Kalimantan bisa berbaur sempurna dengan pattern melodi guitar hard rock dan speed metal, nomor ini menceritakan tentang Kalimantan yang merupakan kisah masa kecil juga tempat dibesarkan sang guitaris Eet Sjahranie. Jika kita menyimak Said I’m Alive kental sekali pengaruh nu metal dalam musik Edane namun dari permainan lead guitar sangat terpengaruh oleh permainan Dimebag Darrel (Pantera) baik pattern maupun sound. dalam komposisi Jadi Beken dan What You’re Gonna Say Edane memainkan konsep awal mereka yaitu hard rock yang sangat pengaruh Van Halen dan AC/DC walaupun clean vocal ada sedikit kombinasi dengan raw vocal terutama dalam chorus dan ending. Selain itu penggabungan yang sangat apik antara thrash metal dan metalcore bisa kita simak dalam komposisi No More Tired Life dimana pengaruh Pantera, Slayer dan Trivium bisa kita simak dengan jelas dalam komposisi ini. Sedikit menurunkan tempo, Tell Me Why merupakan komposisi yang menggabungkan tempo slow dan medium dimana komposisi tersebut bercerita tentang makin jauhnya kesan damai yang terjadi di Indonesia. lalu Lamin On Peace adalah nomor instrumental yang kembali menghadirkan suasana etnik Kalimantan, lagu ini menjadi outro dalam album ini. Sebagai bonus track Tell Me Why kembali ditampilkan walaupun tanpa vokal juga Said I’m Alive tanpa ada permainan lead guitar. Kehadiran Edane dengan album terbarunya Edan yang baru saja beredar dipasar musik Indonesia dengan konsep rock yang sangat variatif diharapkan bisa membawa angin segar bagi perkembangan musik di Indonesia terutama musik rock, apalagi dua single andalan yaitu Living Dead dan Ingin Beken dijadikan sebagai video clip untuk menyebarluaskan gema musik rock di Indonesia. Selamat mendengarkan…!!!
[ Read More ]
Read more...
Rabu, 02 Februari 2011

Dariku

– 0 comments
 
oleh Ote Abadi pada 11 Agustus 2008 jam 17:15


Mungkin ini kurang penting bagi anda atau kamu, kau, loe, sampean, ente, ngana, komiu, ale, tapi disini aku merasa butuh untuk menuliskannya.
Tidak seperti orang2 bhw aku terlahir disuatu tempat pengungsian ketika terjadi perang didaratan sulawesi sana tepatnya disebuah desa yamg bernama Langaleso (sekitar 15 km diselatan kota Palu). Saat itu semua panduduk kota dan sekitarnya terutama kaum wanita mengungsi ketempat tempat persembunyian karena daerah pemukiman tengah dibombardir oleh pesawat2 tempur dan tembakan senjata2 mesin musuh negara yang mau mengganggu kembali kemerdekaan yang sudah kita rebut sejak tahun ’45. Ya, saat itulah aku terlahir disebuah tempat persembunyian. Waktu itu masih jaman orde lama, berarti sekarang aku sudah beranjak tua meski aku adalah anak ketiga belas dari enam belas bersaudara kandung, dan aku bangga serta bersyukur karena kehidupan telah banyak memberikan sesuatu kepadaku walaupun masih banyak juga yang belum kudapatkan dari kehidupan itu….
Aku tidak tahu sejauh apa pengaruh atau bentukan perihal kelahiran itu pada pertumbuhan jiwaku, yang pasti adalah bahwa sejak kecil aku sudah suka pergi jauh dari orang tua dan keluarga. Saat itu aku juga sudah menyukai musik, karena hampir setiap pagi aku selalu dibangunkan oleh suara musik lewat LP (piringan hitam) atau radio siaran pagi yang diputar oleh ayahku. Disitu aku mulai tahu penyanyi2 ataupun pemusik2 tenar kala itu. Penyanyi dan pemusik Indonesia yang kukenal seperti Titik Subarjo, Onny Suryono, Alfian, Koes bersaudara, Karsono bersaudara, Pattie bersaudara, Titik puspa sampai pada Titik sandora dan Muchsin atau group band seperti Eka sapta, Panca nada dll, juga penyanyi2 dan pemusik barat seperti Jim reeves, Skeeter davis, Tom jones, Engelbert Humpardink, The Seekers, Mamas and Papas, The Beatles, The Rolling Stones, The Bee Gees, The Monkey’s atau Tonny Motolla dll. Akupun mulai belajar musik secara Otodidak lewat saudara2 tuaku dan lingkungan2 sekitarku.
Pada waktu masih duduk disekolah dasar aku berpindah2 sekolah sampai 5 kali walau masih diseputar sulawesi tengah sana dan SD aku tamatkan di SD Biromaru. Ketika disekolah lanjutan pertama aku juga berpindah 2 kali dan yang kedua aku tamatkan di SMEP negeri II Jakarta dijalan Pinangsia. Aku masih ingat nama teman2ku ketika di SMEP Pinangsia, diantaranya Emin Suparmin, Suherman, A. Syafrudin, M. Sidik, Suharyanto, Chaidir, Mulyadi, Lilik, Cong Lily, Kholidah, Mirah, Narti dll. Sungguh aku rindu pada mereka karena sejak perpisahan sekolah itu sampai hari ini tidak satupun lagi dari teman2ku itu pernah kujumpa bahkan alamatnya pun aku tak tahu. Aku kemudian me- lanjutkan di SMEA negeri 11 jakarta lalu berpindah sekolah sebanyak 3 kali dan akhirnya aku tamat disalah satu SMA swasta dipalu. Ketika dibangku SLA aku mulai bermain musik lebih serius dengan beberapa kali membentuk group band bahkan aku sdh memulai sebagai pemain profesional yang sudah mulai kontrak disebuah tempat hiburan sementara disisi lain aku juga sudah mulai menulis lagu. Setelah menamatkan SMA dipalu aku kuliah di APDN Makassar. Disana juga aku beberapa kali membentuk group band bersama teman2. Dan ketika tamat APDN pada tahun 1980 yang secara otomatis mengangkatku jadi pegawai negeri aku berpikir akan mengubur cita2 dan keinginanku bermusik karena aku harus kembali untuk berdinas dan aku sempat beberapa tahun kerja dikantor Gubernur kepala daerah Sulawesi tengah.
Perkenalanku dengan sang maestro Leo Kristi tahun 1983 membuyarkan karir PNS ku. Sejak itu aku meninggalkan pekerjaan dan mulai menggeluti dunia musik setelah Leo mengajakku bergabung dalam Konser Rakyat Leo Kristi…. Aku bangga pernah menjadi bagian dari kelompok musik itu walaupun banyak yang menyesali sewaktu aku memutuskan untuk memilih jalan ini. Ya, itu memang wajar karena betapa tidak, teman2 yang sebaya atau seangkatan denganku dalam karir kepegawaiannya saat ini semua sudah memegang peran penting didaerah daerah sana.. Tapi aku berpikir untuk tidak menyesali itu karena hidup ini tidak surut kebelakang tapi maju kedepan dan hidup ini serba rahasia yang tidak satupun diantara kita yang mampu menebak atau mengetahui apa yang akan tejadi, dan hidup itu kini masih berputar, dimana sampai saat ini akupun masih sedang menjalani dan mensyukuri anugerahNya diduniaku sendiri, yaitu dunia yang terpilih karena tuntunan tangan dan bisikan gaib-Nya yang menuntun setiap langkahku ber- jalan dan menggerakkan setiap sendi2 hidupku, karena aku yakin bahwa mustahil seseorang memilih sebuah jalan kalau bukan karena bisikan jiwa yang berada dalam genggamanNya. Album soloku “Dibalik Terali” (1989) dan “Cinta terlarang” (1995) adalah buah tanganku yang mencatat perjalanan dunia musikku. dan banyaknya kenangan2 manis se waktu dari panggung kepanggung,sewaktu latihan atau sewaktu menyusuri perjalanan panjang lewat tahun2 yang terlalui bersama KRLK, dimana ditengah pergulatan hidup itu juga aku berjumpa dengan seorang yang wanita kucintai dan begitu setia mendampingiku sampai saat ini, yang telah melahirkan anak2ku yang semuanya sangat kucintai dan kusayangi membuat hidupku lebih berarti. Akhirnya, setelah 23 tahun bersama Konser Rakyat Leo Kristi, pada tahun 2006 aku memutuskan untuk keluar karena lelah dan capek, yaa, lelah dan capek…. Sekarang, setelah aku mengaso beberapa saat aku mulai berjalan dan berjalan lagi untuk menyusun irama hidup kedepan, dan masih dalam keyakinan bahwa aku ada, aku hidup, aku maju, aku berbuat karena bisikan jiwaku yang ada dalam genggaman
NYA.. . .

baca juga : http://oteabadi.multiply.com/

[ Read More ]
Read more...
Sabtu, 29 Januari 2011

Hasan Bahasyuan Institute

– 0 comments
 

HASAN BAHASYUAN INSTITUTE  sebuah Lembaga Studi Budaya dan Penciptaan Karya Seni yang didirikan sebagai bentuk keperdulian dan upaya kongkrit serta kontribusi dari para seniman, budayawan dan pekerja budaya sebagai bagian dari masyarakat dalam proses memajukan kebudayaan baik secara lokal, nasional dan global.

HASAN BAHASYUAN adalah sosok Bapak kesenian dan kebudayaan di Sulawesi Tengah. Terinspirasi oleh kerja kreatif kesenian dan kebudayaan yang dilakukan oleh Hasan Bahaswan melalui karya-karya seni yang telah diciptakannya serta tergerak untuk melanjutkan kerja kesenian dan kebudayaan yang telah dirintisnya, para seniman dan budayawan bersepakat dan bertekad bulat untuk menyumbangkan karya kreatif serta dharma baktinya dengan cara mengamalkan pengetahuan dan pengalamannya dalam wujud penciptaan.

[ Read More ]
Read more...

Profile - HB.flv

– 0 comments
 
[ Read More ]
Read more...
Kamis, 27 Januari 2011

Ote Abadi - SARAN 2011

– 0 comments
 
SARAN 2011...!!!






Singkat saja...! Bermula dari rasa kecintaan kepada budaya Bangsa kita sekaligus rasa kekhawatiran terhadap kemungkinan tergesernya budaya kita karena pengaruh keterbukaan dalam era globalisasi saat ini, dimana hal ini nampak pada minat generasi muda pada kebudayaan Bangsa khususnya kesenian yang berbasis musik lokal (etnis) akhir2 ini sangat rendah. Menurut saya ini mengkhawatirkan..!!!
Untuk itu lewat forum ini saya menyarankan supaya kepada pemusik2 muda yang akan merilis album rekaman agar menyertakan setidaknya satu buah LAGU DAERAH, entah lagu dari daerah manapun di Indonesia ini, yang dikemas dalam nuansa musik Nasional (etnis).
Ini bermaksud untuk membangun kembali kecintaan dan appresiasi kita semua kepada lagu daerah sekaligus mempertahankan nilai2 budaya Bangsa kita.
Bukankah lagu2 daerah kita yang telah populer dan menjadi lagu rakyat dinegeri ini dulunya juga lahir dan besar karena disertakan dalam lagu2 pop nasional oleh musisi atau penyanyi2 terdahulu dieranya ..? Katakanlah seperti lagu; Rek ayo rek (Favourite group), Dondong opo salak (Pattie bersaudara), Angin Mamiri (Lilis suryani), Sansaro (Bing Slamet)< Inang (Emillia Kontessa), dan masih banyak lagi yang lainnya.
Kepada seniman2 muda mari kita nyanyikan Lagu dan mainkan musik Daerah dari negeri kita yang sangat "indah, kaya dan beragam" ini.
Dan selain kepada pemusik2 muda maka saya sarankan juga kepada Petinggi2 negeri ini kiranya patut dipertimbangkan untuk meregulasi atau membuat Aturan yang mengikat demi kepentinngan ini.
Akhirnya, semoga Tuhan YME selalu melindunghi Bangsa dan Negara kita yang sama kita cintai ini.
Terima Kasih.
[ Read More ]
Read more...
Rabu, 26 Januari 2011

EDANE

– 0 comments
 

EdanE

EdanE
Edane Konser 2009.jpg
Asal Jakarta, Indonesia
Tahun aktif 1991 - sekarang
Aliran Hard rock, Heavy Metal
Label Aquarius Musikindo
Sony Music Indonesia
Manajemen
Personil Eet Sjahranie
Fajar Satriatama
Iwan Xaverius
Robby Matulandi
Mantan personil Ecky Lamoh
Heri Batara
Trison Manurung
Situs web
EdanE adalah grup musik beraliran hard rock dan heavy metal Indonesia asal Jakarta yang mulai berkarya sejak tahun 1991. EdanE dikenal dengan permainan gitar edan dari Eet Sjahranie, personil motornya yang pernah sepanggung dengan musikus-musikus legendaris Indonesia seperti God Bless, Iwan Fals, dan Sawung Jabo.

[sunting] Sejarah

Nama EdanE berasal dari singkatan nama Eet Sjahranie dan Ecky Lamoh, yang akhirnya menjadi E dan E. Saat terbentuk tahun 1991, EdanE terdiri atas Eet Sjahranie (gitar), Ecky Lamoh (vokal), Iwan Xaverius (bass), dan Fajar Satriatama (drum).
Setelah ikut bersama EdanE dalam merilis album pertama, "The Beast" (1992), Ecky sebagai vokalis meninggalkan EdanE, namun EdanE tak berganti nama. Heri Batara (Ucok) masuk untuk menggatikan Ecky, tapi tak lama kemudian juga meninggalkan EdanE. Posisinya diambil alih oleh Trison Manurung, mantan vokalis band Roxx.
Pada pertengahan tahun 2003, EdanE kembali mengalami pergantian vokalis, pada 9 Juli 2003 Trison mengundurkan diri dari EdanE, yang diikuti berita simpang siur mengenai pengunduran dirinya. Setelah Trison mengundurkan diri, EdanE mendapatkan vokalis baru, mantan anggota Razzle Band yaitu Robby Matulandi, yang biasa membawakan lagu-lagu dari Guns n Roses, grup musik rock asal Amerika Serikat. Dengan hadirnya Robby sebagai vokalis, EdanE kembali mengusung musik beraliran hard rock dengan menonjolkan kemampuan individual masing-masing personilnya di album mereka. Menurut Eet Sjahranie, pergantian vokalis ini sering terjadi karena sejak pembuatan album Borneo, di antara personel EdanE terdapat ketidakseimbangan dalam hal memenuhi tuntutan musik EdanE.
EdanE telah merilis enam album, antara lain The Beast (1992), Jabrik (1994), Borneo (1996), 9299 (1999), 170 Volts (2002), dan Time To Rock (2005), dimana Album 9299 (Aquarius Musikindo) merupakan kompilasi lagu baru dan lagu lama, dengan lagu "Untuk Dunia", "Dengarkan Aku", dan "Rock On" yang menjadi hit single. Lagu lama yang masuk antara lain "Jabrik", "Ikuti" dan "Borneo" yang sarat dengan unsur etnik Dayak.

[sunting] Karakter musik

Aliran musik EdanE adalah hard rock, walaupun Eet lebih suka menyebutnya rock saja. Menurut Eet dan Fajar, proses penciptaan musik EdanE banyak bertolak dari rif-rif yang dimainkan di studio yang kemudian berkembang menjadi komposisi dan akhirnya lagu, inilah sebabnya penggarapan album EdanE selalu lama. Untuk satu album EdanE bisa menghabiskan lebih dari seratus shift, jumlah yang cukup banyak bagi grup musik lain.
Sejak dirintis tahun 1991, manajemen EdanE telah berpindah dari tangan ke tangan. Saat pertama terbentuk ditangani oleh Ali Akbar, kemudian pindah ke Jimmy Doto, lalu ke Aci, dan pernah pula ditangani sendiri. Saat ini manajemen EdanE dipegang oleh Heri Batara dengan Rock On Management-nya.
Group EdanE pernah menjalankan kontrak dengan Sony BMG. Setelah lepas, mereka bergabung dengan Log Management yang dipimpin oleh Log Zhelebour. Log Zhelebour telah mengenal Eet Sjahranie sejak tahun 1989, pada saat Eet masih bergabung dengan grup musik God Bless dan menelurkan album "Raksasa" (1989) dan "Apa Kabar" (1997).

[sunting] Formasi

Berikut adalah formasi EdanE yang pernah terjadi menurut kurun waktu:
EdanE I :
EdanE II :
  • Eet Sjahranie - gitar
  • Heri Batara - vokal
  • Iwan Xaverius - bass
  • Fajar Satriatama - drum
EdanE III :
  • Eet Sjahranie - gitar
  • Trison Manurung - vokal
  • Iwan Xaverius - bass
  • Fajar Satriatama - drum
EdanE IV :
  • Eet Sjahranie - gitar
  • Eron Markuzz - vokal
  • Iwan Xaverius - bass
  • Fajar Satriatama - drum
Saat artikel ditulis, Iwan dan Robby telah mengundurkan diri dari EdanE.[rujukan?]

[sunting] Diskografi

[sunting] Album

[sunting] Pranala luar

[ Read More ]
Read more...

Achmad Albar

– 0 comments
 

Ahmad Albar

Ahmad Albar
Ahmad Albar
Latar belakang
Nama lahir Ahmad Syech Albar
Lahir 16 Juli 1946 (umur 64)
Bendera Indonesia Surabaya,Indonesia
Jenis Musik Pop
Pekerjaan aktor, penyanyi
Tahun aktif 1966 - sekarang
Perusahaan rekaman Pramaqua
Atlantic Records
Pasangan Rini S. Bono
Anak Fauzi Albar
Fachri Albar
Fadli Albar
Orang tua Syech Albar (Ayah) dan Farida Al-Hasni (Ibu)
Anggota
God Bless
Gong 2000
Mantan Anggota
Duo Kribo
Clover Leaf
Take Five
Bintang Remaja
Kuarta Nada
Ahmad Syech Albar lebih dikenal sebagai Ahmad Albar (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 16 Juli 1946; umur 64 tahun) adalah seorang penyanyi dan pemusik Indonesia yang merupakan vokalis dari grup musik God Bless. Ahmad lahir dari pasangan Syech Albar dan Farida Al-Hasni. Ibunya bercerai dan kemudian menikah dengan seorang artis, Jamaluddin Malik. Dari pernikahan mereka ini melahirkan seorang artis wanita, Camelia Malik. Ahmad Albar biasa juga di panggil dengan julukan Iye. Ahmad Albar pernah menikah dengan artis Rini S. Bono dan mempunyai tiga putra: Fauzi Albar, seorang aktor yang bernama Fachri Albar, dan Fadli Albar.

[sunting] Karier

Awal karier di dunia hiburan, ketika mulai dikenal sebagian bintang film kanak-kanak. Jenderal Kancil, sekitar tahun 1957. Kariernya di musik dimulai sejak ia usia 11 tahun, ia dan teman-temannya membentuk sebuah band bocah bernama Bintang Remaja, ketika mengikuti Festival Band Bocah di Lapangan Banteng, Jakarta. Tetapi dua tahun kemudian band ini bubar. Bersama Titi Qadarsih ia membentuk Kuarta Nada. Tapi band ini tidak bertahan lama kemudian bubar.
Sekitar tahun 1960, Iye berangkat ke Belanda. Di negara kincir angin yang banyak ditumbuhi bunga tulip itupun, anak ke dua dari enam bersaudara ini ternyata tidak bisa melepaskan gairah bermusiknya. Ia membentuk grup musik Take Five (1966-1967), yang sempat mengikuti festival dan berhasil meraih vokalis terbaik. Pada tahun-tahun 1967-1972 bersama grup Clover Leaf, Iyek menelurkan 9 single. Beberapa lagu di antaranya, "Don’t Spoil My Day" dan "Grey Clouds" cukup diminati publik Belanda pada zamannya.
Akhir 1972 bersama Ludwig Lemans, gitaris Clover Leaf, ia mengunjungi Indonesia. Di tanah air ia melihat dan mengamati kehidupan bermusik masyarakat Jakarta. Iye mencari musisi yang mau bergabung dengannya. Awal 1973, Iye bersama Fuad Hassan (drum), Donny Fattah (bass), Jockie Surjoprajogo (keyboard), dan Ludwig Lemans (gitar) mengadakan latihan di Puncak selama dua minggu, untuk menghadapi pergelaran musik di Taman Ismail Marzuki tanggal 5 Mei 1973. Dalam latihan mereka sepakat membentuk sebuah grup dengan nama God Bless.
Kesuksesannya saat merilis album perdana bertajuk God Bless pada tahun 1975 membuat grup rock itu menjadi grup pembuka konser grup rock dunia "'Deep Purple'" di Jakarta. Figur Ahmad Albar meroket menjadi superstar rock Indonesia dan Majalah Tempo edisi 27 September 1975 menjadikan dia sebagai laporan utama dengan memajang foto Albar di sampul depan.
Ahmad Albar yang berambut kribo kemudian membentuk grup Duo Kribo bersama Ucok Harahap vokalis AKA Band yang juga berambut kribo. Duet ini menelurkan tiga album yakni Neraka Jahanam (1977), Pelacur Tua (1978), dan Panggung Sandiwara (1978).
Ahmad Albar sempat mengecewakan sebagian penggemarnya ketika pada 1979 merilis album dangdut berjudul Zakia atas prakarsa wartawan majalah musik Junior, Masheri Mansyur. Maklum ketika itu dangdut masih kerap dianggap sebagai musik kampungan oleh sebagian masyarakat. Album ini berisi sembilan lagu. Enam karya Albar adalah "Zakia", "Karena Harta", "Mawar Merah", "Raja Kumbang", "Tuhan Ada", dan "Beku". Tiga lainnya adalah "Pernyataan" (M Harris), "Obral" (Titiek Puspa), dan "Raja Sehari"(Ian). Ternyata lagu "Zakia" yang diciptakannya "meledak" di pasaran. Gitaris Ian Antono-lah yang meracik musiknya sehingga enak didengar. Tak hanya bernyanyi dangdut, Ahmad Albar pun main dalam film "Irama Cinta" bersama ratu dangdut Elvy Sukaesih dan berduet membawakan lima lagu: "Aku Bahagia", "Rasa Berdebar", "Seharusnya Kau Tahu", "Engkau Jauh", dan "Lintah Darat".
Pada 1980 God Bless mengeluarkan album kedua berjudul Cermin. Ian Antono bergabung dalam kelompok musik cadas tersebut. Setelah itu God Bless vakum lama tetapi Ahmad Albar tetap bersolo karier atau tampil bersama penyanyi lain antara lain Gito Rollies dan Mus Mujiono.
Sepanjang 1980-an hingga pertengahan 1990-an, Ahmad Albar mengeluarkan album Syair Kehidupan (1980) bersama Ian Antono, Dunia Huru Hara dan Dunia Dibakar Api (1988) yang dibuat bersama pemusik Areng Widodo, Kartika (1989) bersama Gito Rollies, album Secita Cerita, Langkah Pasti, dan Scenario bersama Fariz RM, dan Tangan Baja bersama Farid Hardja, serta Jangan Ada Luka (1996) bersama lady rocker Nicky Astria.
Saat mencari vokalis untuk Gong 2000 yang digawangi Ian Antono, Albert Wijaya, Yaya Muktio (drum), Harry Anggoman (keyboard), dan Donny, pilihan jatuh pada Ahmad Albar, karena dia dianggap yang terbaik saat itu. Konser Gong 2000 tanggal 26 Oktober 1991 di Parkir Timur Senayan memuaskan sekitar 100.000 penonton dengan peralatan sistem suara berkekuatan 120.000 watt dan lampu berkekuatan 300.000 watt. Grup ini menghasilkan empat album: Bara Timur (1991), Gong Live (1992), Laskar (1993), dan Prahara (2000). Di sini Albar nyaris sempurna melahirkan God Bless kedua. Penggemar tampaknya tidak peduli apakah yang mereka dengar Gong 2000 atau God Bless, yang penting ada Ian, Donny, dan Albar.
Iye juga mengeluarkan album solo, yaitu Bis Kota (1990), Giliran Siapa (1991), Rini Tomboy (1991), Menanti Kepastian (1992), Bunga Kehidupan (1994), Biarlah Aku Pergi (1994), dan Kendali Dendam (1995).
Berturut-turut, kemudian God Bless mengeluarkan sejumlah album rekaman seperti Semut Hitam (1988), Raksasa (1989), The Story of God Bless (1990), 18 Greatest Hits of God Bless (1992), dan Apa Kabar (1997).
Selain sering menggelar konser di banyak kota di Tanah Air, Ahmad Albar juga sempat menggelar konser di luar negeri. Pada 7 Februari 2004 misalnya ia tampil di Kuala Lumpur bersama God Bless memeriahkan ulang tahun grup rock Malaysia Search.
Seusai konser, Albar langsung bergabung dengan 11 penyanyi muda Duta (Sheila on 7), Armand Maulana (Gigi), Fadly (Padi), Kikan (Cokelat), Andi (/rif), Roy (Bumerang), Warna, Audy, Ratu, Rio Febrian, dan Glenn Fredly. Mereka bersama-sama menyanyikan "Rumah Kita" yang diambil dari album God Bless Semut Hitam.

[sunting] Kasus

Pada tanggal 26 September 2007, Ia ditangkap di rumahnya karena diduga terlibat kasus penemuan 490 ribu butir ekstasi di apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat.[1] Ia pun terancam menghadapi pasal berlapis. Sejumlah tuduhan yang diarahkan oleh penyidik antara lain bersekongkol dengan buronan kasus narkoba, memiliki dan menggunakan narkoba. Ia dituduh menyembunyikan Jenny, seorang buronan narkoba di rumahnya, Cinere, Depok. Jenny merupakan kurir kasus penemuan 490 ribu butir ekstasi di apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat. Polisi juga menuduh Ia memiliki sebutir ekstasi yang ditemukan di dalam kamar mandinya. Hasil tes urine Ahmad Albar juga menunjukkan adanya kandungan narkoba.[2] Kasus ini tak hanya menyeret Ia. Karena anak keduanya, aktor Fachri Albar juga sempat menjadi DPO (daftar pencarian orang) atau buron setelah ditemukan 1,2 gram kokain di kamarnya.[3] Namun tak lama, Fachri Albar menyerahkan diri secara sukarela pada tanggal 30 November 2007 didampingi bibinya, Camelia Malik, aktor Harry Capri (suami Camelia), serta Fitria Sukaesih (putri Ratu dangdut Elvy Sukaesih).[4]
Ia akhirnya dijatuhi hukuman 8 bulan penjara potongan tahanan 7 bulan dan denda 6 juta rupiah. Vonis ini lebih rendah dari tuntutan JPU, 1 tahun penjara.[5] Iye akhirnya bebas pada tanggal 11 Juli 2008.[6]

[sunting] Kehidupan pribadi

Ahmad Albar menikah dengan aktris Rini S. Bono pada 28 April 1978. Rini adalah lawan mainnya dalam film "Laila Majenun" arahan sutradara Sumanjaya. Pasangan itu memiliki tiga putra, Fauzi Albar, Fachri Albar, dan Fadli Albar.
Seperti ayah dan ibunya yang bercerai, Ahmad Albar pun bercerai dengan Rini pada 30 September 1994. Setelah perceraiannya, Ahmad Albar sempat menjalin cinta dengan Cut Keke.

[sunting] Diskografi

[sunting] Album

cover album Risau

[sunting] Bersama Duo Kribo

[sunting] Bersama Gong 2000

[sunting] Bersama God Bless

[sunting] Filmografi

[sunting] Pranala luar

[sunting] Referensi

  1. ^ Ahmad Albar Kesandung Kasus Ganja?, diakses 26 November 2007
  2. ^ Iyek Bakal Hadapi Pasal Berlapis, diakses 26 November 2007
  3. ^ Fachri Albar Diburu Mabes Polri, diakses 26 November 2007
  4. ^ Fachri Albar Serahkan Diri ke BNN, diakses 26 November 2007
  5. ^ Ia Divonis 8 Bulan Penjara, diakses 28 Juli 2008
  6. ^ Keluar Penjara, Ia Ziarah ke Makam, diakses 28 Juli 2008
[ Read More ]
Read more...
Minggu, 23 Januari 2011

Salut ka HASAN BAHASYUAN

– 1 comments
 

Salut ka Hasan Bahasyuan
Album Perdana B90s

1. Kaili Ntovea - Cipt. Hasan M. Bahasyuan / Lagani Lahamido
2. Oa - Oa - Cipt. Hasan M. Bahasyuan 
3. Parigi Rireme Nuvula - Cipt. Hasan M. Bahasyuan 
4. Buya Sabe - Cipt. Hasan M. Bahasyuan 
5. Vose Sakaya - Cipt. Hasan M. Bahasyuan 
6. Tananggu Kaili - Cipt. Hasan M. Bahasyuan 
7. Tora Ranga - Cipt. Hasan M. Bahasyuan 
8. Posisani - Cipt. Hasan M. Bahasyuan 
9. Tove-Tove - Cipt. Hasan M. Bahasyuan  
10. Randa Ntovea - Cipt. Hasan M. Bahasyuan 


Album Salut Ka Hasan Bahasyuan (povia Panjili)

Puji syukur kehadirat Allah SWT, berkat Rahmat dan Hidayah-NYA akhirnya kami dapat merampungkan Album Salut ka Hasan Bahasyuan (povia panjili). Pembuatan Album ini dalah untuk mengenang dan mengabadikan karya besar beliau dimuka bumi tadulako sebagai pengahargaan tertinggi dari kami generasi kini. Dengan perkembangan ragam dan berbagai macam jenis dan aliran musik, kami mencoba memberikan sentuhan warna dan corak instrumen modern, yang sesuai zamannya. Agar generasi muda di tanah kaili dapat mengenal karya besar beliau.

b90s thank's to : (alm) Hasan M. Bahasyuan semoga mendapat tempat yang layak disisi-NYA, Kel. Besar HBI : Ny. Elya Hasan Bahasyuan, Syaiful Bahri Hasan Bahasyuan, Zhul Usman,om Ilo atas restu dan kerjasamanya.

B90s >> special thank's to :
vocal-1 : Ryan Hamzah, vocal-2 : Laila Bahasyuan, Rudy Lamando n Halid Lamando for lead (Buya Sabe), Devri Intje Makka buat keyboardnya dilagu Tananggu Kaili, Omy Sunusi (gitar), Jojon (bas), Om Aksi "LALOVE" (Tananggu Kaili), Arif (ergo studio), Anak2 Rusun Bidaracina, Agam Ferdiansyah (topomore),Anakku Ajeng buat Tangisnya di lagu "Oa-Oa", pona'an2 "nurul, Yani, Yana, Wawa, Ade, Alif, Mitha, Ilan, Kinik buat lagu"JUNJURU PETI", teman2 "NAZEZHA" cempedak, Topomore Band, Topodade, Ganjil Band,Teman2 Blok M (Boyaoge lokasi Masjid) Agus Citra Maesa Palu, Bpk. Muh. Alkaf (CV. Intan Intansari), sang Kodok Chunte, Igor n Tata buat Rokoknya n backing vocalnya "TOVE-TOVE". n semua yang tidak bisa kami sebut satu-persatu... MANIS NT.

(c) b90studio - Palu 2005


http://www.reverbnation.com/b90shb?popup_render=%2Fcontroller%2Fartist%2Fadd_photo%2F1263593%3Ffrom_activate%3Dtrue#!/b90shb

http://www.facebook.com/topic.php?uid=128316090517856&topic=86
[ Read More ]
Read more...

Pleseat - Kumpul Lagi

– 0 comments
 



b90s with Rifal PALLO, Adi Tangkilisan, and all friend's
kantata pleseat 

design by : ai_paluPANAS
 single song "kumpul Lagi"
[ Read More ]
Read more...

HARGANAS KOTA PALU 2010

– 0 comments
 

B90studio bersama Bapak HB Paliudju (Gubernur Sulawesi Tengah) Saat Penggarapan Album Musik Daerah Kaili untuk Cinderamata Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah

HARGANAS XVII DAN BBGRM VII 
TINGKAT NASIONAL TAHUN 2010, 
PALU SULAWESI TENGAH

Produksi :B90studio, HASAN BAHASYUAN INSTITUTE
eksekutive producer : Drs. H. BAHARUDDIN, HT, M.Si (plt. Sekretaris Daerah prov. Sulteng), Producer : Zulfikar Usman (Dir. Hasan Bahasyuan Institute), Musik Arrenger : Romy Sunusi, Rec./Mix/mastering : B90studio, Foto : Ola Gondrong / Eddie Muchiddin






 

[ Read More ]
Read more...

BARAK OBAMA - Herry Rahman - Millenium 12

– 0 comments
 



 BARAK OBAMA
Cipt. Hery Rahman

Sambula yaku rimamboro, Nantara topompakabelo oto,
Nanjili yaku ringata mboto, Nataumo nobuka pajeko
Nialiku bau nambaso, Ntamona labi limatu kilo
Niloeku ripompelono, Naupu niteo manu mpangoro
Reff : Tina tuamaku to kaili. Randua – ndua dako riloli
Maguru kede kana ku uli, Pinotinaku Imegawati
Naria randa damo nagaya Patujuku ia meraga
Neki junu yaku nte tona Neraga aga japi mpoana
Sanggani yaku niundaibupati Mangande – ngande ribivintalinti
Nadea tona nongiri – ngiri Tano sapatuku njidi bayangi
Nokapodara hau ribali Notumbiri nitoro mpoiri
Mata nalili nokumole tai Niuliku ka pilot petta yaku motutai
Pitu mbongi yaku navalesa Mau sangu se doi lenaria
Manggita imangge tobelorara Hamengku buwono nadua rijawa
Pade mapola ri amerika, Nte pinoanaku Barak obama
[ Read More ]
Read more...

TOALUSU - Herry Rahman - Millenium 11

– 0 comments
 
 

T o a l u s u
Cipt. Herry Rahman
Vocal : Herry Rahman

Nisangaka bayangi Toalusu Njumanggaro Ranga Ia Nalusu
Sakidepa Ane Tomanuru Nanginu Aga Uve Nggaluku
Toalusu Nonturo Rivatu Ripuna Nukayu Ri Bolovatu
Naria Muni Nonturo Ri Salu Ri Pompelono Ritainga Nuavu
Nipotana Tana Ntona Pura Ntalu

Reef
Ritempona Tona Nosio-sio Toalusu Nipokio-kio
Ane Nasipa Belomo Rikaro Mpandoamo Nerapi Lamoro
Kasi Ranga Topomparikaro Nihajai Niala Nte Oto
Najili Damo Nolipa Mboto Nomparikanto Labi Nuroko
Bandar Sio Nangalimo Oto Toporekap Nomotoron Barumo
Topotulisi Noroko Belomo Yaku Topa Ngali Nenjoyomo
Lamoro Mau Ni Roena Ledo
[ Read More ]
Read more...

SONG FOR PEACE

– 0 comments
 

Festival Karya Musik Perdamaian se Sulawesi Tengah
SONG FOR PEACE music to transform conflicts constructively.

CREATIVE BAND, KARSA BAND, GAYANA BAND, THEBOX BAND, MARACANA BAND, THE VOICE BAND, HEIWA BAND, FIBERGLASS BAND, YUTOZ 23, PERFECT BAND.

kerjasama :
USAID from the american people, SERASI inganging citizins in peace, SUARA PENDIDIKAN RAKYAT 91.6FM Palu, Best 101.8 FM, RAL, Skip FM, Nine 104,2 FM, NEBULA FM, SBB Palu, BITTARA INDAH FM, KAREME NUVULA PARIGI FM, Sakura FM, Rasta FM, Roata FM, Sich FM, SAN FM, Matahari FM (poso), Maleo FM, RCP FM, Radio Setia Nada, Lentera FM, Suara Donggala FM, Cinta FM, Sarara FM, Pemerintah Kota Palu, Harian/Media Nuansa Pos, Media Alkhairaat, Minuman Segar, UNSIMAR Poso, b90studio.
[ Read More ]
Read more...

b90band

– 2 comments
 

B90's adalah sebuah band dari Palu terbentuk pada Pebruari 19, 2005, awalnya adalah dari kumpul2, iseng isEng utak atik lagu orang, seperti karya besar Almarhum Hasan M. Bahasyuan, (salah satu Musisi Legenda Kota Palu). 
Seiring berjalan waktu dari isEng hingga masuk studio rekaman, lahirlah Album perdana Karya Hasan Bahasyuan yang diberi Tajuk "SALUT KA HASAN BAHAYUAN, yang di Produseri oleh b90's Record, dengan berbagai macam aliran yang ada pada Album tersebut, dengan tidak meninggalkan kesan etnik. B90band dimata masyarakat palu khususnya adalah band yang tampil dengan warna baru yang tidak mengikat pada satu GENRE.

B90band akan kembali lagi meliris Album keduanya pada tahun 2011 yang diberi tajuk "KOPI ROCK n ROLL". mencoba dengan kreativitas karya/ciptaan mereka sendiri.Seperti : (Kopi Rock n'Roll, Nipotoveku, Katakan, Cinta Suci, Hingga Kuterdiam).

1. B90's - Kopi Rock n' Roll 
2. B90's - Nipotoveku
3. B90's - Hingga Kuterdiam
4. B90's - Katakan
5. B90's - Hanya Untukmu
6. B90's - Ne'a Mosimpoga'a
7. B90's - bilal - (solo drum) cicak didinding

kumpul-kumpul kami B90band adalah:
Inang Lawido : Drum,
Romy Sunusi : Guitar,
Bassist : Aba'Idus
Vocal : Achi,
Percusi n Tradisional Etnic : Izad Gunawan,
Keyboard : Nuno Sunusi,
Label : B90's Record
[ Read More ]
Read more...

Blogger templates

Blogger news

Kareba Dopa NAVAI

Popular Posts

Facebook