Jumat, 20 Juli 2012
Kamis, 05 Januari 2012
Jumat, 04 November 2011
Jadikan KOTA PALU sebagai KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK)
Dalam
audensi KEK di Dekot, selasa (18/10), kalangan legislative berharap
agar KEK kedepan tidak hanya menjadi sebuah nama artinya, pembangunan
KEK harus benar-benar dengan kajian yang matang, sehingga fungsinya
kedepan focus untuk peningkatan ekonomi daerah dan kesejahteraan
masyarakat.
Pada tahap pertama, KEK sendiri akan dibangun pada area 100 hektar yang berada di Kawasan Industry Palu (KIP) yang berada di kawasan Palu Utara KEK tahap
pertama akan berjalan selama 25 tahun kedepan, kemudian dilanjutkan
untuk tahap berikutnya. Untuk sentra produksi sendiri, KEK akan terfokus pada tiga produk unggulan Palu seperti kakao, rumput laut dan rotan.
Kepala
Dinas PU Kota Palu Fardidarjoni mengatakan, mulai tahun depan, pihaknya
akan memulai pembangunan infrastruktur jalan di KEK di Kecamatan Palu
Utara.
Pembanguan ini ditargetkan hingga 2014 mendantang.
“Untuk
peningkatan jalan KEK membutuhkan bantuan dana dari Propinsi Sulteng
sekitar RP 19 miliar, APBN Rp 18 miliar dan APBD sebesar 13 miliar semua
itu untuk kebutuhan hingga tahun 2014 mendatangKamis, 22 September 2011
5 Musisi Studio Rekaman di Dunia (Bagian II-Habis)
Oleh: Galih Pakuan
[UNIKNYA.COM]: Profesi musisi yang
bekerja di sebuah studio rekaman, bukanlah pekerjaan yang mudah dan
ringan, melainkan berat dan sangat memakan banyak waktu dan konsentrasi.
Dan tidak mengharapkan sebuah popularitas dan dikenal oleh publik musik
secara awam, meski demikian karya mereka sangat monumental dalam
percaturan dan sejarah musik dunia. Berikut adalah 5 musisi studio
rekaman dunia:
1. Carol Kaye (Bass, Gitar
elektrik)
Bermain bersama: The Beach Boys, The
Doors, Ritchie Valens, Frank Sinatra, Ray Charles, Frank Zappa, Simon
and Garfunkel, dan banyak lagi.
Ia dijelaskan sebagai salah satu pemain
bass yang luar biasa dalam sejarah musik dunia, ia telah memainkan
lusinan hit lagu di tangga musik Billboard 100, walaupun ia tetap tidak
dikenali oleh publik musik. Ia dibesarkan di Los Angeles, Amerika
Serikat, dan bekerja sebagai instruktur bass di saat usia remaja. Ia
mulai menjadi musisi studio profesional pada tahun 1960-an, dan
sekarang mungkin lebih dari10.000 rekaman studio telah dijalaninya.
Salah satu lagu hit yang pernah ia isi adalah “La Bamba”
Carol Kaye
(Sumber: bobedwardsradio.com,uniknya.com)
2. Ray Cooper (Perkusi)
Bermain bersama: Elton John, Paul
McCartney, George Harrison, The Rolling Stones, Eric Clapton, Billy
Joel, Art Garfunkel, Weezer, AC/DC, dan lainnya.
Ray Cooper
(sumber: wikipedia.org, uniknya.com)
Seorang perkusionis berkebangsaan
Inggris, Ray Cooper, telah memperlihatkan kemampuannya dalam memainkan
instrumen drum dan perkusi bersama para musisi besar dunia. Ray Cooper
lebih dikenal sebagai musisi pengiring Eric Clapton dan Elton John,
namun ia juga melakukan tur musik bersama the Wings dan Weezer. Selain
alat musik perkusi, ia juga menguasai dengan baik instrumen
glockenspiel, bel tubular, conga, tamborin dan bahkan gong. Cooper
pernah tampil sebagai seorang aktor dalam sebuah film yang diproduseri
oleh Terry Gilliam dan Robert Altman.
3. The Wrecking Crew (Guitar,
Drums, Bass, Keyboard, Saxophone, Trumpet, Trombone, Percussion,
Harmonica, Vocals)
Bermain bersama: Simon and Garfunkel,
The Beach Boys, The Byrds, The Mamas and the Papas, Frank Sinatra, Elvis
Presley, The Partridge Family, dan banyak lagi
The Wrecking
Crew (Sumber: wreckingcrewfilm.com)
Secara individu banyak anggota The
Wrecking Crew yang tampil bersama siapa saja dan dimana saja, namun
mereka terlihat begitu hebat ketika tampil secara kelompok. The Wrecking
Crew merupakan sebuah geng musisi profesional studio, yang telah
berkelana bersama musisi dunia, dan tercatat dalam sejarah musik dunia.
Para anggota the Crew ini merupakan para musisi yang tinggal di Kota Los
Angeles, salah satu kerja sama rekaman studio adalah dengan The
Ronettes “Be My Baby.”. Untuk urusan aliran musik, mereka tidak selalu
memainkan musik rock saja, mereka pun membuat jingle untuk iklan di
media elektronik, soundtrack tema acara tv, film seperti; M.A.S.H,
Bonanza, dan Mission Impossible. Beberapa anggotanya seperti Carol Kaye
dan Tomy Tedesco, tetap bertahan sebagai musisi studio rekaman,
sementara anggota lainnya seperti gitaris Glen Campbel, melakukan solo
karir dan cukup berhasil.
4. The Funk Brothers (Bass,
Guitar, Drums, Piano, Trombon, Perkusi)
Bermain bersama: The Temptations, Smokey
Robinson and the Miracles, Marvin Gaye, The Supremes, The Four Tops,
The Jackson Five, Stevie Wonder
The Funk
Brothers (Sumber: blogspot.com,uniknya.com)
Berdiri sejak tahun 1959 hingga 1972,
The Funk Brother merupakan salah satu band cadangan yang dimiliki oleh
perusahaan rekaman Motown Record, di Detroit. Tidak seperti band studio
rekaman lainnya, The Funk Brother jarang sekali dituliskan di dalam
credit tittle setiap album rekaman yang mereka lakukan. Hingga tahun
2002, melalui sebuah dokumentasi mengenai Motown Record. The Funk
Brother ini dimotori oleh seorang pianis handal Earl Van Dyke (mengisi
sesi rekaman “My girl”nya the Temptations, “Signed, Sealed, Delivered
I’m Yours,” nya Stevie Wonder). The Funk Brother memiliki anggota inti
sebanyak 13 musisi, yang memainkan berbagai jenis instrumen baik yang
konvensional, modern, maupun eksperimental. Pada tahun 1972 mereka
membubarkan diri, dan kebanyakan anggotanya pindah ke Kota Los Angeles,
beberapa tetap menjadi musisi profesional studio rekaman, dan sebagian
lagi melakukan solo, membentuk kelompok baru, dan beralih profesi. Namun
sumbangan merka terhadap dunia musik pop patut di acungi dua jempol.
5. Hal Blaine (Drum)
Bermain bersama: Frank Sinatra, Elvis,
The Beach Boys, Simon and Garfunkel, John Lennon, The Supremes, John
Denver, The Mamas and the Papas, dan banyak lagi.
Penabuh drum hebat seperti Hal Blaine
adalah sebuah legenda dalam sejarah penabuh drum dunia: berbakat,
kreatif, walaupun masih mengingin dirinya untuk tidak banyak diekspos.
Ia pernah melakukan sesi rekaman untuk Micahel Jackson, The Beatles, dan
beberapa lagu pop klasik seperti “Mr. Tambourine Man,” “Strangers in
the Night,” “Good Vibrations,” and “Mrs. Robinson.” Sebagai salah satu
anggota dari The Wrecking Crew, ia pun bertanggung jawab untuk membuat
dan memngomposisikan sebuah musik tema dan soundtrack. Dalam scene
musik 70an Amerika dan dunia dapat dipastikan tidak ada karya musik
yang ia lewatkan. Kepribadianya yang bersahaja membuat dia disukai
banyak rekan sesama musisi dan penyanyi bahkan industri musik. Sekarang
ia diberitakan melakukan solo karir dalam bermusiknya.(**)
Hal Blaine
(Sumber: drummagazine.com,uniknya.com)
Sumber: toptenz.net,
uniknya.com, Agustus 2011
5 Musisi Studio Rekaman Internasional (Bagian I)
Oleh: Galih Pakuan
[UNIKNYA.COM]: Kehadiran mereka di dalam
sebuah keindahan komposisi musik memang tidak banyak diperhintungkan,
meskipun nada dan simfoni yang dimainkan mengalun dengan indahnya. Namun
tanpa kehadiran dan kejeniusan mereka dalam memainkan instrumen musik,
tentu tidak banyak penyanyi solo ataupun band, yang mendapatkan lagu
mereka menjadi hits. Sehingga profesi mereka sebagai musisi studio tidak
dapat dianggap remeh. Berikut adalah 5 musisi studio rekaman
internasional:
1. Thomas Lang (Drum)
Bermain bersama: John Wetton, Peter
Gabriel, Asia, Robbie Williams, Kylie Minogue, Tina Turner, dan banyak
lagi.
Perkusionis asal Austria, Thomas Lang
mungkin tidak seterkenal Neil Pert ataupun Keith Moon, namun banyak
majalah musik yang memasukan dia ke dalam daftar musisi drum dengan
kemampuan teknis luar biasa. Ia mulai menabuh drum semenjak berusia lima
tahun dan memperoleh kesempatan secara profesional di tahun 90-an,
melalui sebuah orkestra pengiring tur mulai dari Peter Gabriel hingga
Kelly Clarkson. Selain berkarir sebagai musisi studio rekaman, ia pun
memiliki sebuah band beraliran avant garde bernama Stork. Lang
dikenal dengan kecepatan dan putaran stiknya yang luar biasa.
Thomas Lang
(Sumber: freedrumlessons.com)
Drum Milik
Thomas Lang (Sumber: superdrumming.at)
2. The Hollywood Studio Symphony
(Instrumen musik orkestra lengkap)
Bermain bersama: Komposer perusahaan
film besar seperti John Williams, Hans Zimmer, Jerry Goldsmith, Alan
Silvestri, James Horner, and Elmer Bernstein
Kelompok orkestra ini tidak banyak
dikenal di luar Los Angeles. Adalah kelompok simfoni orkestra milik
studio di Hollywood yang musisinya berotasi dan wajib mengisi beberapa soundtrack
film. Kebanyakan anggotanya memang sangat ahli dalam memainkan musik
klasik, dan mereka secara kelompok tidak bermain di luar studio, serta
tidak memiliki anggota yang tetap. Beberapa karya mereka adalah Back to
the Future, Blazing Saddles, L.A. Confidential, Star Trek, dan The
Bourne Identity.
The Hollywood
Studio Symphony (Sumber: inonzur.com)
The Hollywood
Studio Symphony (Sumber: markmancina.com)
3. The Muscle Shoals Rhythm
Section (Keyboard, Drums, Gitar, dan Bass)
Bermain bersama: The Rolling Stones,
Elton John, Percy Sledge, Wilson Pickett, Aretha Franklin, Rod Stewart,
Lynyrd Skynyrd, and many more
Kelompok ini merupakan salah satu band
sesi yang terkenal sepanjang masa, sebuah kelompok musik yang
beranggotakan para musisi dari Kota Alabama, dan banyak membantu dalam
perkembangan musik di era 60 dan 70-an. Bersama band legendaris Inggris
mereka mengomposisikan lagu “Wild Horses”, dengan The Staple Singers’
“I’ll Take You There”. Bahkan dalam masa panasnya tensi rasialisme di
Amerika Serikat bagian selatan, mereka yang beranggotakan musisi
berkulit putih, membantu penggarapan sebuah album musik bernuansa kulit
hitam Motown. Mereka pun tidak sungkan menggarap sebuah lagu dan genre
musiknya, mulai dari Eltoh John hingga band rock Alice in Chain, Paul
Simon, Bob Dylan. Band rhytm section yang beranggotakan David Hood,
Jimmy Johnson, Barry Beckett, and Roger Hawkins kemudian masuk beberapa
orang lagi seperti Spooner Oldham, Clayton Ivey, Randy McCormick, Will
McFarlane, and Pete Carr. Di tahun 70-an nama Muscle Shoals Rhythm
Section menjadi terkenal, bahkan kelompok musik berasal dari Alabama
Lynyrd Skynyrd dengan lagunya “Sweet Home Alabama” menyebutkan nama
mereka satu persatu.
The Muscle
Shoals Rhythm Section (Sumber: thebluegrassspecial.com)
4. James Burton (Gitar)
Bermain bersama: Elvis Presley, Ricky
Nelson, Johnny Cash, Gram Parsons, Bob Denver, Jerry Lee Lewis, Roy
Orbison, Elvis Costello, Emmylou Harris, dan lainnya.
James Burton
(Sumber: edroman.com)
Meskipun sekarang usianya sudah lebih
dari 70 tahun, gitaris James Burton masih mampu melakukan sebuah sesi
rekaman ataupun tampilan. Ia dilahirkan di Dubberly, Lousiana, Amerika
Serikat, telah menjadi musisi semi-pro semenjak menginjak usia remaja.
Di usia 18 tahun ia telah melakukan gitar solo pada lagu “Susie Q”,
1957, sejak itulah ia menjadi terkenal dengan ciri khas gitar Fender
Telecaster. Ia pun melakukan tur di berbagai tempat mengiringi Jerry Lee
Lewis, band TCBnya Elvis Presley. Bahkan namanya masuk ke dalam Rock
and Roll Hall of Fame pada tahun 2011, yang sebelumnya diusulkan oleh
gitaris band Rolling Stones, Keith Richard.
James Burton
(Sumber: elvistributeband.com)
5. Billy Preston (Keyboard,
Organ, Harpsichord, Accordion, Clavinet)
Bermain bersama: The Beatles, The
Rolling Stones, Johnny Cash, Little Richard, Elton John, Bob Dylan, Eric
Clapton, The Red Hot Chili Peppers, and others
Namanya tentu sudah tidak asing lagi
apabila dibandingkan keempat musisi sebelumnya. Billy Preston adalah
seorang musisi dengan multi instrumen, dan telah melakukan perjalanan
solo karir yang cukup lama. Beberapa hitnya seperti “Nothing From
Nothing” yang membuatnya meraih Grammy pada tahun 1972. Ia memberikan
sumbangan yang sangat besar bagi sesi rekaman studio band-band di era 60
dan 70an. Bill mulai memainkan piano ketika berusia tiga tahun, dan
diusianya yang ke 16 ia tampil bersama Little Richard, Ray Charles, dan
Sam Cooke. Ia bertemu dengan the Beatles pada tahun 1962, saat itu ia
sedang melakukan tour bersama Little Richard, dan kembali bertemu dengan
the Beatles pada tahun 1969. Ia pun bersama the Beatles mengomposisikan
beberapa lagu dalam album Let It Be. Selanjutnya ia melakukan sesi
rekaman bersama the Rolling Stones, Eric Clapton, dan bahkan sebelum
akhirnya meninggal di tahun 2006, ia membantu penggarapan album Johny
Cash, Steve Winwood, dan Red Hot Chilli Peppers. (**)
Billy Preston
(Sumber: withfriendship.com)
Billy Preston
(Sumber: pixdaus.com)
Sumber: toptenz.net,
uniknya.com, Agustus 2011
5 Musisi Dunia yang mati di Ujung Pistol
Kata 'pistol' mulai digunakan untuk mendeskripsikan senjata api genggam
pada abad ke-18. Pada abad ke-15 pistol berarti sebuah pisau kecil yang
bisa disembunyikan di dalam pakaian. Senjata ini pula yang dapat dengan
mudah menghilangkan nyawa manusia, seperti yang terjadi terhadap kelima
musisi berikut ini:
1. John Lennon, 8 December , 1980
Mantan anggota band legendaris The Beatles, ia ditembak empat kali (tembakan kelima meleset) oleh Mark David Chapman di lorong pintu masuk bangunan dimana ia menetap, The Dakota, tanggal 8 Desember 1980. Lennon baru saja kembali dari Record Plant Studio dengan istrinya, Yoko Ono. Jasadnya dikremasikan, kemudian abu jenazahnya diberikan kepada sang istri Yoko Ono. Beberapa spekulasi menyatakan bahwa abu John Lennon disimpan di bawah tempat tidur Yoko Ono, ada pula yang menyebutkan ditaburkan di taman Strawberry Fields, Central Park, Manhattan, New York.

John Lennon
2. Tupac Shakur 7 September, 1996
Ia ditembak sebanyak 4 empat kali, mengenai tangan, paha, panggul dan dada. Sesaat setelah ia menyaksikan pertandingan tinju antara Mike Tyson dengan Bruce Seldon. Sebuah penyelidikan mengenai pembunuhan itu yang di muat dalam harian Los Angeles Times menyimpulkan bahwa pembunuhnya adalah seorang lelaki yang terlihat diserang oleh seorang anggota geng saingan geng Tupac, Anderson kemudian terbunuh oleh tembakan dalam sebuah pembunuhan antar geng, tetapi hingga saat itu Anderson tak pernah dihukum atas penembakan Tupac, mungkin ia dilindungi oleh pejabat tinggi. Jasadnya dikremasikan, beberapa abunya disebarkan di Kota Los Angeles, sebagian lagi diberikan kepada ibunya.

Tupac Shakur
3. Dimebag Darrell, 8 December, 2004
Gitaris sebuah band metal Pantera, dan Damage Plan. Ia mati terbunuh akibat ditembak oleh mantan anggota marinir Amerika Serikat, dalam sebuah pertunjukkan Damage Plan. Ia ditembak sebanyak 5 kali dikepala. Sang pembunuh, Nathan Gale, adalah seorang anggota Marinir Amerika Serikat yang menderita gangguan kejiwaan, dengan menggunakan pistol jenis Barreta 92. Gale kemudian terbunuh saat itu juga oleh tembakan seorang polisi yang menggunakan senjata laras panjang.

Dimebag Darrell
4. Marvin Gaye, 1 April, 1984
Seorang penyanyi R&B, Soul, kulit hitam, dan namanya dibesarkan oleh perusahaan rekaman Motown Records. Tewas akibat ditangan ayahnya sendiri, Marvin Gaye Sr., melalui sebuah peluru yang meluncur dari ujung laras pistol. Sebuah pistol kaliber 38, yang ditembakan secara berulang oleh sang ayah. Sesaat sebelum peristiwa penembakan itu terjadi, mereka terlibat dalam sebuah pertengkaran mulut. Martin meninggal sesaat setelah tiba di rumah sakit, dan sang ayah pun diseret kepengadilan atas perbuatannya.

Marvin Gaye
5. Kurt Cobain Nirvana April 8, 1994
Ia memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan menembakkan pistol tepat dikepalanya. Beberapa menyatakan ia mati akibat pembunuhan, namun sebuah pistol yang tergeletak di sisi jasad dan kandungan heroin yang terdapat di dalam tubuh menyimpulkan kematiannya tersebut adalah bunuh diri. Semakin memperkuat ketika catatan terakhir ditemukan disampingnya. Jasadnya dikremasikan, dan abunya dilarungkan di sungai Wishkah, Washington, Amerika Serikat.(**)

Kurt Cobain Nirvana

[ Read More ]
1. John Lennon, 8 December , 1980
Mantan anggota band legendaris The Beatles, ia ditembak empat kali (tembakan kelima meleset) oleh Mark David Chapman di lorong pintu masuk bangunan dimana ia menetap, The Dakota, tanggal 8 Desember 1980. Lennon baru saja kembali dari Record Plant Studio dengan istrinya, Yoko Ono. Jasadnya dikremasikan, kemudian abu jenazahnya diberikan kepada sang istri Yoko Ono. Beberapa spekulasi menyatakan bahwa abu John Lennon disimpan di bawah tempat tidur Yoko Ono, ada pula yang menyebutkan ditaburkan di taman Strawberry Fields, Central Park, Manhattan, New York.

John Lennon
2. Tupac Shakur 7 September, 1996
Ia ditembak sebanyak 4 empat kali, mengenai tangan, paha, panggul dan dada. Sesaat setelah ia menyaksikan pertandingan tinju antara Mike Tyson dengan Bruce Seldon. Sebuah penyelidikan mengenai pembunuhan itu yang di muat dalam harian Los Angeles Times menyimpulkan bahwa pembunuhnya adalah seorang lelaki yang terlihat diserang oleh seorang anggota geng saingan geng Tupac, Anderson kemudian terbunuh oleh tembakan dalam sebuah pembunuhan antar geng, tetapi hingga saat itu Anderson tak pernah dihukum atas penembakan Tupac, mungkin ia dilindungi oleh pejabat tinggi. Jasadnya dikremasikan, beberapa abunya disebarkan di Kota Los Angeles, sebagian lagi diberikan kepada ibunya.

Tupac Shakur
3. Dimebag Darrell, 8 December, 2004
Gitaris sebuah band metal Pantera, dan Damage Plan. Ia mati terbunuh akibat ditembak oleh mantan anggota marinir Amerika Serikat, dalam sebuah pertunjukkan Damage Plan. Ia ditembak sebanyak 5 kali dikepala. Sang pembunuh, Nathan Gale, adalah seorang anggota Marinir Amerika Serikat yang menderita gangguan kejiwaan, dengan menggunakan pistol jenis Barreta 92. Gale kemudian terbunuh saat itu juga oleh tembakan seorang polisi yang menggunakan senjata laras panjang.

Dimebag Darrell
4. Marvin Gaye, 1 April, 1984
Seorang penyanyi R&B, Soul, kulit hitam, dan namanya dibesarkan oleh perusahaan rekaman Motown Records. Tewas akibat ditangan ayahnya sendiri, Marvin Gaye Sr., melalui sebuah peluru yang meluncur dari ujung laras pistol. Sebuah pistol kaliber 38, yang ditembakan secara berulang oleh sang ayah. Sesaat sebelum peristiwa penembakan itu terjadi, mereka terlibat dalam sebuah pertengkaran mulut. Martin meninggal sesaat setelah tiba di rumah sakit, dan sang ayah pun diseret kepengadilan atas perbuatannya.
Marvin Gaye
5. Kurt Cobain Nirvana April 8, 1994
Ia memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan menembakkan pistol tepat dikepalanya. Beberapa menyatakan ia mati akibat pembunuhan, namun sebuah pistol yang tergeletak di sisi jasad dan kandungan heroin yang terdapat di dalam tubuh menyimpulkan kematiannya tersebut adalah bunuh diri. Semakin memperkuat ketika catatan terakhir ditemukan disampingnya. Jasadnya dikremasikan, dan abunya dilarungkan di sungai Wishkah, Washington, Amerika Serikat.(**)

Kurt Cobain Nirvana
Rabu, 21 September 2011
EdanE tutup Festival Teluk Palu 2011
Palu (ANTARA News) -
Grup musik rock EdanE menutup Festival Teluk Palu 2011 di Kota Palu,
Sulawesi Tengah, Minggu malam, dengan menampilkan lagu-lagu yang sudah
akrab di telinga pendengarnya.
Grup yang berdiri pada 1991 ini menampilkan lagu pertama "living dead" yang segera mendapat sambutan meriah dari 10 ribuan penonton yang memadati Pantai Talise.
Lagu-lagu selanjutnya berasal dari album Edan dengan lirik bahasa Inggris, seperti "Best of Me" dan "Comin` Down".
Penonton bertambah semangat ketika vokalis Ervin Nanzabakrie menyanyikan lagu "Ikuti". Ikuti adalah "single hit" di album perdana yang diluncurkan pada 1992.
Di akhir lagu "Ikuti", si pembetot bass, Daeng Oktaf, memainkan komposisi "Tanah Airku" yang merupakan ciptaan Ibu Sud.
Ribuan penonton menjadi paduan suara massal dengan menyanyikan lagu Tanah Airku mengiringi permainan bas Daeng Oktaf.
Setelah menyanyikan tidak kurang dari 10 lagu, EdanE menutup penampilannya dengan lagu Rock In `82.
Udara dingin di sekitar Teluk Palu seolah tidak dihiraukan penonton yang berjingkrak mengikuti irama musik rock yang dimainkan Eet Sjahranie dan kawan-kawan.
Penampilan EdanE bertambah istimewa ketika ratusan kembang api meletus dan memancarkan sinar warna-warni di angkasa.
EdanE adalah grup musik beraliran "hard rock" yang dibentuk pada 1991 oleh Eet Syahranie (mantan gitaris God Bless) dan Ecky Lamoh (mantan vokalis Elpamas).
Grup musik yang telah menghasilkan tujuh album itu sering berganti vokalis. Sejak ditinggalkan Ecky Lamoh, EdanE menggaet Hari Batara sebagai vokalis. Selanjutnya, Fatah Mardiko sempat menggantikan Hari Batara dalam pengerjaan album Borneo, sebelum muncul vokalis lainnya Trisson Manurung dan Ervin Nanzabakrie.
Formasi terakhir EdanE saat ini adalah Eet Sjahranie (gitar utama), Fajar Satriatama (drum), Ervin Nanzabakrie (vokal), Daeng Oktaf (bass), dan Hendra Zamzani (gitar).
Album terakhir EdanE keluar pada 2010 dengan tajuk "Edan" yang berisi 10 lagu. Sembilan lagu dari album yang diproduseri oleh Log Zhelebour itu berbahasa Inggris. (R026/B013)
[ Read More ]
Grup yang berdiri pada 1991 ini menampilkan lagu pertama "living dead" yang segera mendapat sambutan meriah dari 10 ribuan penonton yang memadati Pantai Talise.
Lagu-lagu selanjutnya berasal dari album Edan dengan lirik bahasa Inggris, seperti "Best of Me" dan "Comin` Down".
Penonton bertambah semangat ketika vokalis Ervin Nanzabakrie menyanyikan lagu "Ikuti". Ikuti adalah "single hit" di album perdana yang diluncurkan pada 1992.
Di akhir lagu "Ikuti", si pembetot bass, Daeng Oktaf, memainkan komposisi "Tanah Airku" yang merupakan ciptaan Ibu Sud.
Ribuan penonton menjadi paduan suara massal dengan menyanyikan lagu Tanah Airku mengiringi permainan bas Daeng Oktaf.
Setelah menyanyikan tidak kurang dari 10 lagu, EdanE menutup penampilannya dengan lagu Rock In `82.
Udara dingin di sekitar Teluk Palu seolah tidak dihiraukan penonton yang berjingkrak mengikuti irama musik rock yang dimainkan Eet Sjahranie dan kawan-kawan.
Penampilan EdanE bertambah istimewa ketika ratusan kembang api meletus dan memancarkan sinar warna-warni di angkasa.
EdanE adalah grup musik beraliran "hard rock" yang dibentuk pada 1991 oleh Eet Syahranie (mantan gitaris God Bless) dan Ecky Lamoh (mantan vokalis Elpamas).
Grup musik yang telah menghasilkan tujuh album itu sering berganti vokalis. Sejak ditinggalkan Ecky Lamoh, EdanE menggaet Hari Batara sebagai vokalis. Selanjutnya, Fatah Mardiko sempat menggantikan Hari Batara dalam pengerjaan album Borneo, sebelum muncul vokalis lainnya Trisson Manurung dan Ervin Nanzabakrie.
Formasi terakhir EdanE saat ini adalah Eet Sjahranie (gitar utama), Fajar Satriatama (drum), Ervin Nanzabakrie (vokal), Daeng Oktaf (bass), dan Hendra Zamzani (gitar).
Album terakhir EdanE keluar pada 2010 dengan tajuk "Edan" yang berisi 10 lagu. Sembilan lagu dari album yang diproduseri oleh Log Zhelebour itu berbahasa Inggris. (R026/B013)
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2011Sabtu, 30 Juli 2011
Sejarah GITAR
Kata ‘gitar’ atau guitar dalam bahasa Inggris, pada mulanya diambil
dari nama alat musik petik kuno di wilayah Persia pada kira-kira tahun
1500 SM yang dikenal sebagai citar atau sehtar. Alat musik ini kemudian
berkembang menjadi berbagai macam model gitar kuno yang dikenal dengan
istilah umum tanbur. Pada tahun 300 SM Tanbur Persia dikembangkan oleh
bangsa Yunani dan enam abad kemudian oleh bangsa Romawi (Bellow,
1970:54-55). Pada tahun 476M alat musik ini dibawa oleh bangsa Romawi ke
Spanyol dan bertransformasi menjadi: (1) guitarra Morisca yang
berfungsi sebagai pembawa melodi, dan (2) Guitarra Latina untuk
memainkan akor. Tiga abad kemudian bangsa Arab membawa semacam gitar
gambus dengan sebutan al ud ke Spanyol (Summerfield, 1982:12).
Berdasarkan konstruksi al ud Arab dan kedua model gitar dari Romawi
tersebut, bangsa Spanyol kemudian membuat alat musiknya sendiri yang
disebut vihuela. Sebagai hasilnya, vihuela menjadi populer di Spanyol
sementara alat-alat musik pendahulunya sedikit demi sedikit
ditinggalkan. Walaupun demikian al ud dibawa orang ke negara-negara
Eropa Barat dan menyaingi popularitas vihuela di Spanyol. Di Eropa al ud
disambut dengan baik dan berkembang menjadi berbagai model lute Eropa
hingga kira-kira akhir abad ke-17. Sementara itu vihuela berkembang
terus menjadi berbagai macam gitar selama berabad-abad hingga akhirnya
menjadi gitar klasik yang digunakan pada saat ini.
Keaslian gitar tidak dapat dilihat dari keantikannya. Beberapa ahli merasa alat ini berasal dari benua Afrika, dimana banyak Replika modern dalam bentuk kotak bulat seperti kulit kerang dengan Gut / benang benang sutera, di banyak daerah benua itu. Ahli lain menemukan alat ini dalam bentuk kaca di relief relief batu tua di zaman Asia Tengah dan Asia Kuno. Bahan pemikiran lain juga timbul dengan ditemukannya vas vas Yunani Kuno yang bercorak. Greek Strings mungkin adalah alat pertama yang dikatagorikan sebagai gitar. Gitar modern kemungkinan berakar dari gitar Spanyol, tetapi berbagai jenis gitar seperti instrumen instrumen yang kita bisa saksikan dilukisan lukisan pada zaman Medieval dan Renaiassance yang banyak terdapat di seluruh Eropa. [1]
Perbedaan gitar jenis ini adalah terdapat 2 buah lubang suara yang berbentuk S-Shaped pada badan bagian depan gitar. Senarnya terbuat dari kawat dan tersambung pada Tailpiece / ujung pengikat senar. Fingerboard / leher gitar berdekatan dan ditandai dengan garis besi / namanya Frets. Frets merupakan tempat dimana jari tangan sebelah kiri menekan senar. Gunanya untuk mempermudah bagi pemain untuk mencari not not dan bermain dengan irama.
Sejak pertengahan dekade 30-an, Pick Guitar telah dibuat / diubah menjadi Electric Guitar dengan memasang Contact Microphone dibawah senar atau Pickups. Kemudian Pickup itu disambungkan dengan Loudspeaker. The Pick Guitar dan Electric Guitar yang paling sering digunakan dalam musik Jazz, band band dansa dan grup Rock.
Pada umumnya, gitar mempunyai jumlah dawai 6; lalu muncul gitar dengan 12 dawai yang lebih lazim digunakan dalam kancah musik country. Pada dekade 50-an, muncul gitar dengan dua neck (fretboard); yang satu berdawai 6 dan satunya berdawai 12 (seperti yang sering digunakan oleh John McLaughlin). Kemudian muncul pula gitar berdawai 7 (seperti yang biasa dipakai oleh Bucky Pizzarelli), bahkan muncul pula gitar berdawai 10. Elektrik gitar lalu berkembang; Solid-Body (seperti yang sudah dijelaskan diatas tanpa bunyi resonansi, hingga benar-benar suara elektrik) jenis gitar hollow-body dan semi-hollowed. Jenis elektrik gitar seperti itu lazim digunakan dalam kancah musik rock / pop. Jenis elektrik gitar tersebut pun berlanjut dengan penggunaan aneka macam sound effect.
Bagian dari Electric Guitar
Gitar adalah unsur terpenting dalam sebuah band. Gitar yang kita kenal di zaman sekarang ini mempunyai jenis dan bentuk yang beraneka ragam. Tetapi yang akan kita bahas kali ini adalah inti dari bagian-bagian guitar.
[ Read More ]
Keaslian gitar tidak dapat dilihat dari keantikannya. Beberapa ahli merasa alat ini berasal dari benua Afrika, dimana banyak Replika modern dalam bentuk kotak bulat seperti kulit kerang dengan Gut / benang benang sutera, di banyak daerah benua itu. Ahli lain menemukan alat ini dalam bentuk kaca di relief relief batu tua di zaman Asia Tengah dan Asia Kuno. Bahan pemikiran lain juga timbul dengan ditemukannya vas vas Yunani Kuno yang bercorak. Greek Strings mungkin adalah alat pertama yang dikatagorikan sebagai gitar. Gitar modern kemungkinan berakar dari gitar Spanyol, tetapi berbagai jenis gitar seperti instrumen instrumen yang kita bisa saksikan dilukisan lukisan pada zaman Medieval dan Renaiassance yang banyak terdapat di seluruh Eropa. [1]
[sunting] Kontruksi Gitar
Tubuh gitar klasik terdiri dari tiga bagian utama yaitu kepala, leher dan badan. Pada bagian kepala terdapat mesin penala dawai. Dawai gitar yang berjumlah enam utas masing-masing diikatkan pada enam buah pasak yang merupakan bagian dari mesin penala. Bagian leher terdapat di antara kepala dan badan. Bagian muka leher yang masuk hingga kira-kira seperempat papan muka dari badan gitar, merupakan papan jari yang memiliki 19 pembatas dari logam yang dikenal dengan sebutan fret. Fungsinya adalah untuk memproduksi tingkat ketinggian nada yang berbeda dengan jalan menempatkan jari-jari pada ruang-ruang di antara logam-logam fret. Bagian badan gitar berfungsi sebagai tabung resonator untuk memperbesar bunyi yang dihasilkan oleh getaran dawai. Papan muka pada badan gitar yang bahan kayunya lebih tipis dibanding papan belakang dan samping, disebut juga sebagai papan suara. Pada papan suara terdapat lobang suara untuk mengeluarkan hasil produksi bunyi. Pada dasarnya bunyi gitar dihasilkan oleh getaran dawai-dawai yang terentang di antara batang penyanggah dawai yang merupakan pembatas antara kepala dan leher (disebut nut) dengan gading pembatas (disebut bridge) pada pangkal pengikat dawai di atas papan suara (disebut base).[sunting] Jenis Gitar
- The Pick Guitar
Perbedaan gitar jenis ini adalah terdapat 2 buah lubang suara yang berbentuk S-Shaped pada badan bagian depan gitar. Senarnya terbuat dari kawat dan tersambung pada Tailpiece / ujung pengikat senar. Fingerboard / leher gitar berdekatan dan ditandai dengan garis besi / namanya Frets. Frets merupakan tempat dimana jari tangan sebelah kiri menekan senar. Gunanya untuk mempermudah bagi pemain untuk mencari not not dan bermain dengan irama.
Sejak pertengahan dekade 30-an, Pick Guitar telah dibuat / diubah menjadi Electric Guitar dengan memasang Contact Microphone dibawah senar atau Pickups. Kemudian Pickup itu disambungkan dengan Loudspeaker. The Pick Guitar dan Electric Guitar yang paling sering digunakan dalam musik Jazz, band band dansa dan grup Rock.
Pada umumnya, gitar mempunyai jumlah dawai 6; lalu muncul gitar dengan 12 dawai yang lebih lazim digunakan dalam kancah musik country. Pada dekade 50-an, muncul gitar dengan dua neck (fretboard); yang satu berdawai 6 dan satunya berdawai 12 (seperti yang sering digunakan oleh John McLaughlin). Kemudian muncul pula gitar berdawai 7 (seperti yang biasa dipakai oleh Bucky Pizzarelli), bahkan muncul pula gitar berdawai 10. Elektrik gitar lalu berkembang; Solid-Body (seperti yang sudah dijelaskan diatas tanpa bunyi resonansi, hingga benar-benar suara elektrik) jenis gitar hollow-body dan semi-hollowed. Jenis elektrik gitar seperti itu lazim digunakan dalam kancah musik rock / pop. Jenis elektrik gitar tersebut pun berlanjut dengan penggunaan aneka macam sound effect.
Bagian dari Electric Guitar
Gitar adalah unsur terpenting dalam sebuah band. Gitar yang kita kenal di zaman sekarang ini mempunyai jenis dan bentuk yang beraneka ragam. Tetapi yang akan kita bahas kali ini adalah inti dari bagian-bagian guitar.
- The Finger-Style Guitar
Sejarah drum
Sejarah drum dimulai dengan munculnya peradaban manusia. pukulan drum
telah dikaitkan dengan kelahiran manusia. drum adalah salah satu jenis
alat musik yang du pakai di hutan.juga disebut membranophone, berarti
sebuah alat yang membuat suara dari selaput yang berkepanjangan dan
mengesankan dengan beberapa jenis objek, biasanya sebuah lengkung stick.
Drum terdiri dari hollowed out potong (disebut tubuh), yang memanjang pada ujung drum, dan tombol tuning atau pasak yang stiffens atau loosens selaput yang berbeda untuk mencapai nada. YAng mengahsilkan suara saat kita bermain drum adalah pada saat kita memukul gendang selaput tersebut.
Berikut sejarah drum, alat musik drum sudah ada kira-kira pada 6000 SM. Mesopotamian excavations ditemukan kecil silinder drum tanggal 3000 SM. Di dalam gua-gua di Peru, ada beberapa lukisan di dinding-dinding yang ditemukan, tanda-tanda yang menunjukkan penggunaan drum dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Suka Indian menggunakan labu dan kayu untuk membuat alt musik drum tersebut dan dipakai untuk upacara-upacara ritual. Drum tidak selalu digunakan untuk menghibur musik saja. Tapi juga digunakan untuk berkomunikasi
Budaya suku di Afrika (juga di daerah kebudayaan). Orang-orang dari berbagai suku Afrika diandalkan untuk menggunaan drum untuk mengekspresikan diri mereka dan menyampaikan pesan penting melalui serangkaian pukulan drum sepanjang hutan.
Ketika itu ditemukan dalam sejarah bahwa salah satu pemain drum dapat memainkan dua atau lebih drum pada saat yang sama, masyarakat mulai menempatkan kelompok drum bersama-sama untuk satu musisi untuk bermain. Pemain drum tidak hanya bermain drum dari jenis yang sama tetapi juga dari budaya lain dan seluruh dunia. Awal tahun 1930an ditemukan trik baru. PAra musisi menemukan dengan tepat penempatan pada drum dengan melakukan banyka latihan, satu pemain bisa menangani satu set drum, dan seluruh kelompok pemain drum tidak diperlukan lagi.
Ganda adalah salah satu permainan tambur drum bermain lebih dari satu drum. Gembrengan dan tom tom, yang berasal dari Cina telah ditambahkan ke drum kit dari drum yang cepat untuk mengakomodasi berbagai set drum. Cowbells, kayu balok, dan bunyi genta lonceng dengan ketukan tambahan. Dalam aliran sejarah drum, pada tahun 1930an drum kit telah dibuat dengan berbagai bentuk instrumen dalam gudang persenjataan. Drum Kit yang terdiri dari satu kaki dan pedal bass drum, jerat, Cymbal hi hat, toms tom, dan besar gembrengan gantung.
1960-an melihat kebangkitan rock drummer, yang dimulai pengembangan drum kit standar saat itu. tambahan tom tom dan gembrengan, serta akumulasi bass drum lain untuk meningkatkan kecepatan tersebut ditambahkan.KEmudian muncullah elektronik drum yang dapat menghasilkan berbagai suara. Dan alat musik drum digunakan sampai saat ini.
[ Read More ]
Drum terdiri dari hollowed out potong (disebut tubuh), yang memanjang pada ujung drum, dan tombol tuning atau pasak yang stiffens atau loosens selaput yang berbeda untuk mencapai nada. YAng mengahsilkan suara saat kita bermain drum adalah pada saat kita memukul gendang selaput tersebut.
Berikut sejarah drum, alat musik drum sudah ada kira-kira pada 6000 SM. Mesopotamian excavations ditemukan kecil silinder drum tanggal 3000 SM. Di dalam gua-gua di Peru, ada beberapa lukisan di dinding-dinding yang ditemukan, tanda-tanda yang menunjukkan penggunaan drum dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Suka Indian menggunakan labu dan kayu untuk membuat alt musik drum tersebut dan dipakai untuk upacara-upacara ritual. Drum tidak selalu digunakan untuk menghibur musik saja. Tapi juga digunakan untuk berkomunikasi
Budaya suku di Afrika (juga di daerah kebudayaan). Orang-orang dari berbagai suku Afrika diandalkan untuk menggunaan drum untuk mengekspresikan diri mereka dan menyampaikan pesan penting melalui serangkaian pukulan drum sepanjang hutan.
Ketika itu ditemukan dalam sejarah bahwa salah satu pemain drum dapat memainkan dua atau lebih drum pada saat yang sama, masyarakat mulai menempatkan kelompok drum bersama-sama untuk satu musisi untuk bermain. Pemain drum tidak hanya bermain drum dari jenis yang sama tetapi juga dari budaya lain dan seluruh dunia. Awal tahun 1930an ditemukan trik baru. PAra musisi menemukan dengan tepat penempatan pada drum dengan melakukan banyka latihan, satu pemain bisa menangani satu set drum, dan seluruh kelompok pemain drum tidak diperlukan lagi.
Ganda adalah salah satu permainan tambur drum bermain lebih dari satu drum. Gembrengan dan tom tom, yang berasal dari Cina telah ditambahkan ke drum kit dari drum yang cepat untuk mengakomodasi berbagai set drum. Cowbells, kayu balok, dan bunyi genta lonceng dengan ketukan tambahan. Dalam aliran sejarah drum, pada tahun 1930an drum kit telah dibuat dengan berbagai bentuk instrumen dalam gudang persenjataan. Drum Kit yang terdiri dari satu kaki dan pedal bass drum, jerat, Cymbal hi hat, toms tom, dan besar gembrengan gantung.
1960-an melihat kebangkitan rock drummer, yang dimulai pengembangan drum kit standar saat itu. tambahan tom tom dan gembrengan, serta akumulasi bass drum lain untuk meningkatkan kecepatan tersebut ditambahkan.KEmudian muncullah elektronik drum yang dapat menghasilkan berbagai suara. Dan alat musik drum digunakan sampai saat ini.
Rabu, 27 April 2011
Mengedit pitch vocal yang fals dengan Steinberg Cubase 5
Sebagai musisi maupun sound engineering
dipastikan kita menginginkan sebuah lagu yang terekam dan siap
dipublikasikan memiliki kualitas yang baik/bagus. Salah satu kualitasnya
mungkin adalah tidak adanya note atau pitch yang tidak sesuai sebagai
mana mestinya (fals). Dahulu kala (saat studio rekaman
masih menggunakan pita) mungkin apabila ada pitch yang fals, musisi
harus mengulangnya dari awal, atau bahasa inggrisnya Retake.
Walaupun sekarang akan lebih baik melakukan prosedur yang sama seperti diatas, namun apabila terpaksa seperti disaat musisi membawa materi lagu yang direkam sebelumnya di studio rekaman lain dan membawa materi tersebut ke studio kita, dan dibeberapa part/bagiannya (khususnya vocal) terdapat pitch yang fals, kita dapat mengakalinya dengan bantuan software.
Banyak software yang ditawarkan untuk urusan editing vocal, mulai dari celemony melodyne, antares auto tune dan lain sebagainya. Namun lagi-lagi software seperti tersebut merupakan pihak ketiga (VST), bukan bawaan DAW. seperti celemony melodyne, saat saya mencoba, jujur saja agak sedikit kesulitan memakainya, mungkin karena harus membuka window atau jendela (work space) baru untuk menggunakannya. Sedangkan untuk Antares Autotune, menurut saya agak kurang natural suaranya (seperti tercompress). Akan tetapi itu menurut saya yang baru dalam dunia audio rekaman :).
Nah, mungkin pabrik software audio steinberg menjawab keluhan serta keluhan saya diatas. Setelah beberapa lama menggunakan Steinberg Cubase 5 dan iseng-iseng untuk mengotak-atik, ternyata di dalam software Steinberg Cubase versi 5 ini terdapat fitur yang luar banyak dan sangat berguna, salah satunya adalah Vocal Editing and Pitch Correction. Nama fitur untuk editing vocal ini bernama VariAudio.
Oke, kita langsung saja mencoba untuk memakai fitur luar biasa ini.
Pertama kali, tentunya anda harus membuka software Steinberg Cubase 5 nya terlebih dahulu.
klik START --> All Program --> Steinberg Cubase 5 --> Cubase 5
Atau lebih mudahnya klik dua kali icon yang berada di desktop (shorcut)
Tunggu sebentar untuk loading (system dan plugins-plugins yang ada)
Dan setelah terbuka, akan tampak seperti screenshot dibawah ini
Bukalah sebuah project yang sudah ada
Pilih lah sebuah project, lalu klik open
Tunggu hinggal loading selesai
Setelah terbuka, pilih salah satu track/bar vocal yang ingin di edit. dan klik dua (2) kali
Lalu klik gambar segitiga yang berada di samping tulisan Pitch & Warp
Dan anda siap untuk mengedit pitch vocal yang fals.
Caranya dengan mengklik salah satu bar yang fals, dan turun atau dinaikan sesuai dengan pitch sebenarnya. notes (kunci seperti C C# D D# layaknya piano berada disamping kiri work space)
Berikut adalah video nya tentang cara penggunaanya yang lebih lengkap :)
http://youtu.be/I0N_bNp4cv4
Distorsi blog pembahasan tentang home recording dan studio rekaman
Artikel Terkait:
[ Read More ]
Walaupun sekarang akan lebih baik melakukan prosedur yang sama seperti diatas, namun apabila terpaksa seperti disaat musisi membawa materi lagu yang direkam sebelumnya di studio rekaman lain dan membawa materi tersebut ke studio kita, dan dibeberapa part/bagiannya (khususnya vocal) terdapat pitch yang fals, kita dapat mengakalinya dengan bantuan software.
Banyak software yang ditawarkan untuk urusan editing vocal, mulai dari celemony melodyne, antares auto tune dan lain sebagainya. Namun lagi-lagi software seperti tersebut merupakan pihak ketiga (VST), bukan bawaan DAW. seperti celemony melodyne, saat saya mencoba, jujur saja agak sedikit kesulitan memakainya, mungkin karena harus membuka window atau jendela (work space) baru untuk menggunakannya. Sedangkan untuk Antares Autotune, menurut saya agak kurang natural suaranya (seperti tercompress). Akan tetapi itu menurut saya yang baru dalam dunia audio rekaman :).
Nah, mungkin pabrik software audio steinberg menjawab keluhan serta keluhan saya diatas. Setelah beberapa lama menggunakan Steinberg Cubase 5 dan iseng-iseng untuk mengotak-atik, ternyata di dalam software Steinberg Cubase versi 5 ini terdapat fitur yang luar banyak dan sangat berguna, salah satunya adalah Vocal Editing and Pitch Correction. Nama fitur untuk editing vocal ini bernama VariAudio.
Oke, kita langsung saja mencoba untuk memakai fitur luar biasa ini.
Pertama kali, tentunya anda harus membuka software Steinberg Cubase 5 nya terlebih dahulu.
klik START --> All Program --> Steinberg Cubase 5 --> Cubase 5
Atau lebih mudahnya klik dua kali icon yang berada di desktop (shorcut)
Tunggu sebentar untuk loading (system dan plugins-plugins yang ada)
Dan setelah terbuka, akan tampak seperti screenshot dibawah ini
Bukalah sebuah project yang sudah ada
Pilih lah sebuah project, lalu klik open
Tunggu hinggal loading selesai
Setelah terbuka, pilih salah satu track/bar vocal yang ingin di edit. dan klik dua (2) kali
Lalu klik gambar segitiga yang berada di samping tulisan Pitch & Warp
Dan anda siap untuk mengedit pitch vocal yang fals.
Caranya dengan mengklik salah satu bar yang fals, dan turun atau dinaikan sesuai dengan pitch sebenarnya. notes (kunci seperti C C# D D# layaknya piano berada disamping kiri work space)
Berikut adalah video nya tentang cara penggunaanya yang lebih lengkap :)
http://youtu.be/I0N_bNp4cv4
Distorsi blog pembahasan tentang home recording dan studio rekaman
Artikel Terkait:
DAW
- 24 video tutorial steinberg nuendo dari Musiktek
- Cara memindahkan plugins VST di slot insert steinberg cubase / nuendo
- Freeze feature di steinberg cubase / nuendo untuk meringankan kinerja komputer
- Jual software recording, DAW, VST, Virtual instrument, Sound sample, Reffil
- T-Pain Effect menggunakan Antares Autotune
- Menyimpan hasil rekaman menjadi audio di steinberg cubase
- Menggunakan vocoder di Fruity Loops aka FL Studio dengan sample vocal
- Vocoder pada Fruity Loops aka FL studio
- Download: Digidesign ProTools M-Powered 7.4
- Tutorial: membuat sebuah project baru di steinberg cubase atau stenberg nuendo
- Steinberg Nuendo 4 DVD ISO dan Steinberg Nurndo 4 PORTABLE
- Fruity loops aka FL studio versi 9.0.3 dan FL Studio Portable XXL 9.0.3 Complete with Plugins
- Tutorial: software-software yang dibutuhkan/ digunakan untuk membuat studio rekaman
- Steinberg cubase 5 DVD dan portable
- Steinberg wavelab versi 6
Mixing
Tutorials
- Installasi EZ Drummer di Steinberg Cubase dan FL Studio / Fruity Loops
- 24 video tutorial steinberg nuendo dari Musiktek
- Cara memindahkan plugins VST di slot insert steinberg cubase / nuendo
- Freeze feature di steinberg cubase / nuendo untuk meringankan kinerja komputer
- Jual software recording, DAW, VST, Virtual instrument, Sound sample, Reffil
- T-Pain Effect menggunakan Antares Autotune
- Menyimpan hasil rekaman menjadi audio di steinberg cubase
- Reverse Reverb Effect di steinberg cubase 5
- Mengetahui apa itu Compressor
- Menggunakan vocoder di Fruity Loops aka FL Studio dengan sample vocal
- Vocoder pada Fruity Loops aka FL studio
- Crossfade di steinberg cubase atau steinberg nuendo
- Memasukan / memasang plugins VST ke send FX di steinberg cubase
- Komputer untuk home recording audio
- Tutorial mixing dengan mudah untuk pemula
- Tutorial: setting bit rate / bit resolution dan sample rate sebelum rekaman di steinberg cubase dan steinberg nuendo
- Tutorial: membuat atau memasukan track audio baru di steinberg cubase atau stenberg nuendo
- Tutorial: membuat sebuah project baru di steinberg cubase atau stenberg nuendo
- Tips dan trik untuk musisi / pemain musik sebelum tracking / rekaman / recording, mixing dan mastering
- Video tutorial untuk Fruity Loop aka FLstudio
- Membuat musik chiptune / 8bit / chipmusic dengan LSDJ ROM dan gameboy emulator di handphone
- Membuat musik chiptune / 8bit / chipmusic dengan LSDJ ROM dan gameboy emulator di komputer
- Tutorial: menginstal / memasang plugins VST dan VSTi di steinberg nuendo dan cubase
- ASIO4ALL membantu mengatasi masalah latency atau delay saat rekaman
Kamis, 07 April 2011
“ZARRO ANANTA”.
-m.sir- : " ANUMO ' Le KAMAI kita majadi penikmat JAZZ KAILI "
Mungkin nama group band JAZZ Zarro masih asing buat publik, termasuk org PALu sendiri walaupun sebetulnya pecinta jazz sudah banyak yang megetahui Zarro sebagai vokalis, pencipta, dan aranjer sebagian lagu-lagu grup Clorophyl, mungkin tak asing lagi. Kualitas dan warna vokal Zarro, khususnya dalam membawakan lagu-lagu be...rkonotasi jazz milik Jamiroquai, Stevie Wonder, Al Jarreau, Djavan, atau pun Michael Franks, sudah tidak usah diragukan lagi, karena kemahirannya bersenandung dengan cengkok jazz yang kental.
Zarro merilis album Latin jazz-nya yang pertama ini dengan berbahasa daerah Palu, Sulawesi Tengah. Dilihat dari sisi musikalitas lirik, bahasa Kaili (Palu) yang eksotis sangat cocok bila dibawakan dalam irama jazz Latin. Dalam album rekamannya yang pertama ,salah satu alat musik yang digunakan adalah LALOVE, sebuah alat musik tiup seperti seruling yang digunakan sebagai alat musik pada upacara ritual di Sulawesi Tengah.Zarro lewat album ”Ananta” terbitan C-Pro Record bernyanyi dalam bahasa Kaili, bahasa ibu etnis Kaili yang merupakan kelompok terbesar masyarakat Sulawesi Tengah.
Pada lagu-lagu ciptaan Zarro, lirik bukan sekadar menjadi penyampai makna verbal. Ada semacam kesadaran estetis untuk memperlakukan kata-kata dalam bahasa Kaili itu sebagai bagian dari musik. ”Bahasa daerah saya terdengar musikal. Pengucapannya enak dan kalau dibuat komposisi terasa enak,” kata Zarro (36), pria kelahiran Palu, Sulawesi Tengah, yang bernama lahir Mohammad Nizar.
Zarro tidak berpretensi untuk meramu unsur etnis. Musiknya tetap berbasis pada pop meski ada beberapa sentuhan unsur jazz sebagai pemanis dan penyaman komposisi. Maklum, Zarro adalah mantan vokalis grup Cloropyl yang biasa membawakan jazz. Pendukung musik album Zarro kebanyakan juga personel Cloropyl. Kalaupun ada elemen etnis, itu hanya bersifat tempelan dan tidak mengubah rasa popnya. Zarro, misalnya, menggunakan la love, instrumen tiup tradisional Palu, yang biasa digunakan dalam ritual pemanggilan roh. La love yang berupa seruling dari bambu itu digunakan dalam lagu Mangge. Pada lagu yang sama digunakan pula perkusi lokal serupa gendang yang disebut gimba. ”Kalau kita gunakan gaya campursari, bahasa yang saya gunakan tidak akan dilirik pasar,” katanya beralasan.
Musik Zarro malah lebih dekat dengan gaya Antonius Carlos Jobim, salah seorang eksponen bossa nova Brasil itu. Ia memang mengaku banyak terpengaruh oleh musik Jobim yang cenderung lirih-lirih lembut, tetapi pada komposisi tertentu cukup bertenaga untuk memancing impuls goyang. Ia banyak menggunakan instrumen akustik, terutama gitar. Efeknya, musik Zarro terkesan dekat dengan musik kamar. Penggunaan keyboard elektrik ia pilih cita suara yang mellow. Misalnya pada komposisi Dade’ka Komiu yang dipasang pada urutan pertama album.
Zarro memilih bahasa Kaili dengan niat memperkenalkan bahasa daerahnya yang nyaris tak terdengar dalam pergaulan bahasa nasional.
Sumber : Jazz On Trijaya
-m.sir- ( Penikmat Musik JAZZ sejak tahun 1992 )
[ Read More ]
Mungkin nama group band JAZZ Zarro masih asing buat publik, termasuk org PALu sendiri walaupun sebetulnya pecinta jazz sudah banyak yang megetahui Zarro sebagai vokalis, pencipta, dan aranjer sebagian lagu-lagu grup Clorophyl, mungkin tak asing lagi. Kualitas dan warna vokal Zarro, khususnya dalam membawakan lagu-lagu be...rkonotasi jazz milik Jamiroquai, Stevie Wonder, Al Jarreau, Djavan, atau pun Michael Franks, sudah tidak usah diragukan lagi, karena kemahirannya bersenandung dengan cengkok jazz yang kental.
Zarro merilis album Latin jazz-nya yang pertama ini dengan berbahasa daerah Palu, Sulawesi Tengah. Dilihat dari sisi musikalitas lirik, bahasa Kaili (Palu) yang eksotis sangat cocok bila dibawakan dalam irama jazz Latin. Dalam album rekamannya yang pertama ,salah satu alat musik yang digunakan adalah LALOVE, sebuah alat musik tiup seperti seruling yang digunakan sebagai alat musik pada upacara ritual di Sulawesi Tengah.Zarro lewat album ”Ananta” terbitan C-Pro Record bernyanyi dalam bahasa Kaili, bahasa ibu etnis Kaili yang merupakan kelompok terbesar masyarakat Sulawesi Tengah.
Pada lagu-lagu ciptaan Zarro, lirik bukan sekadar menjadi penyampai makna verbal. Ada semacam kesadaran estetis untuk memperlakukan kata-kata dalam bahasa Kaili itu sebagai bagian dari musik. ”Bahasa daerah saya terdengar musikal. Pengucapannya enak dan kalau dibuat komposisi terasa enak,” kata Zarro (36), pria kelahiran Palu, Sulawesi Tengah, yang bernama lahir Mohammad Nizar.
Zarro tidak berpretensi untuk meramu unsur etnis. Musiknya tetap berbasis pada pop meski ada beberapa sentuhan unsur jazz sebagai pemanis dan penyaman komposisi. Maklum, Zarro adalah mantan vokalis grup Cloropyl yang biasa membawakan jazz. Pendukung musik album Zarro kebanyakan juga personel Cloropyl. Kalaupun ada elemen etnis, itu hanya bersifat tempelan dan tidak mengubah rasa popnya. Zarro, misalnya, menggunakan la love, instrumen tiup tradisional Palu, yang biasa digunakan dalam ritual pemanggilan roh. La love yang berupa seruling dari bambu itu digunakan dalam lagu Mangge. Pada lagu yang sama digunakan pula perkusi lokal serupa gendang yang disebut gimba. ”Kalau kita gunakan gaya campursari, bahasa yang saya gunakan tidak akan dilirik pasar,” katanya beralasan.
Musik Zarro malah lebih dekat dengan gaya Antonius Carlos Jobim, salah seorang eksponen bossa nova Brasil itu. Ia memang mengaku banyak terpengaruh oleh musik Jobim yang cenderung lirih-lirih lembut, tetapi pada komposisi tertentu cukup bertenaga untuk memancing impuls goyang. Ia banyak menggunakan instrumen akustik, terutama gitar. Efeknya, musik Zarro terkesan dekat dengan musik kamar. Penggunaan keyboard elektrik ia pilih cita suara yang mellow. Misalnya pada komposisi Dade’ka Komiu yang dipasang pada urutan pertama album.
Zarro memilih bahasa Kaili dengan niat memperkenalkan bahasa daerahnya yang nyaris tak terdengar dalam pergaulan bahasa nasional.
Sumber : Jazz On Trijaya
-m.sir- ( Penikmat Musik JAZZ sejak tahun 1992 )
Senin, 04 April 2011
Sejarah Rekaman Dunia
Gramophone
Alat perekam pertama suara adalah Phonoautograph temuan Leon Scott. Lalu pada tahun 1857 Thomas Alfa Edison menemukan Phonograph, yaitu alat yang digunakan untuk mempelajari gelombang suara, namun alat tersebut tidak digunakan untuk merekam suara. Kemudian pada tahun 1870an, Thomas Alfa Edison mulai mengembangkan alatnya menjadi perangkat telephone, yang kemudian banyak bermunculan alat-alat serupa bernama Gramophone. Alat ini memiliki konsep kerja dengan cara elektromagnetik dan dibuat dari kertas berlapis wax. Kemudian pada tahun 1894 Emir Berliner menyempurnakan alat tersebut dengan membuatnya dari piringan, dan benda inilah cikal bakal “disc” yang kita lihat hingga saat ini. Hingga tahun 1920an, Phonograph atau Gramophone merupakan satu-satunya alat perekam dan playback yang ada.
Tape Recording
Multitrack Recording
Digital Recording
Home Recording
Saat ini, istilah “rekaman” terdengar lebih sederhana, tidak seperti masa-masa sebelumnya, jika seorang musisi harus merekam lagunya di studio besar dengan perangkat yang luar biasa, saat ini kita dapat merekam lagu di dalam sebuah kamar berukuran kecil dengan perangkat minimal namun dapat menghasilkan audio yang profesional.
Begitulah sejarah singkat tentang dunia rekaman, saat ini recording sudah dapat kita lakukan di rumah kita sendiri, bahkan dengan biaya dan alat yang sederhana.
sumber : http://rumahrekam.wordpress.com
Sabtu, 19 Maret 2011
TOALUSU - Herry Rahman Millenium 11
TOALUSU
Cipt. Herry Rahman/Vocal : Herry Rahman
Nisangaka bayangi Toalusu Njumanggaro Ranga Ia Nalusu,
Sakidepa Ane Tomanuru Nanginu Aga Uve Nggaluku
Toalusu Nonturo Rivatu Ripuna Nukayu Ri Bolovatu
Naria Muni Nonturo Ri Salu Ri Pompelono Ritainga Nuavu
Nipotana Tana Ntona Pura Ntalu
Reef:
Ritempona Tona Nosio-sio Toalusu Nipokio-kio
Ane Nasipa Belomo Rikaro Mpandoamo Nerapi Lamoro
Kasi Ranga Topomparikaro Nihajai Niala Nte Oto
Najili Damo Nolipa Mboto Nomparikanto Labi Nuroko
Bandar Sio Nangalimo Oto Toporekap Nomotoron Barumo
Topotulisi Noroko Belomo Yaku Topa Ngali Nenjoyomo
Lamoro Mau Ni Roena Ledo
[ Read More ]
Cipt. Herry Rahman/Vocal : Herry Rahman
Nisangaka bayangi Toalusu Njumanggaro Ranga Ia Nalusu,
Sakidepa Ane Tomanuru Nanginu Aga Uve Nggaluku
Toalusu Nonturo Rivatu Ripuna Nukayu Ri Bolovatu
Naria Muni Nonturo Ri Salu Ri Pompelono Ritainga Nuavu
Nipotana Tana Ntona Pura Ntalu
Reef:
Ritempona Tona Nosio-sio Toalusu Nipokio-kio
Ane Nasipa Belomo Rikaro Mpandoamo Nerapi Lamoro
Kasi Ranga Topomparikaro Nihajai Niala Nte Oto
Najili Damo Nolipa Mboto Nomparikanto Labi Nuroko
Bandar Sio Nangalimo Oto Toporekap Nomotoron Barumo
Topotulisi Noroko Belomo Yaku Topa Ngali Nenjoyomo
Lamoro Mau Ni Roena Ledo
Kode-kode Warna untuk Blog/Web
Check out Kode-kode Warna untuk Blog/Web at http://www.asal-usul.com/2009/05/kode-warna-untuk-blog.html
[ Read More ]
Steinberg Cubase
Cubase adalah produk software musik yang dikembangkan oleh Steinberg untuk merekam musik, tracking, mixing, editing sebagai bagian dari Digital Audio Workstation. Versi pertamanya, hanya dijalankan pada komputer Atari ST dan dicatat hanya melalui MIDI, dirilis pada tahun 1989.
Dengan terus dikembangkan, akhirnya pada tanggal 15 Januari 2009, Steinberg mengumumkan bahwa versi baru Cubase 5 telah siap dan resmi luncurkan pada tanggal 27 Januari 2009, memiliki banyak fitur baru termasuk: fitur drum mesin, editing vokal, pitch koreksi, alat ekspresi VST untuk mengedit mudah artikulasi instrumen, peningkatan penanganan data otomatisasi, dan reverb konvolusi VST3 plugin. Versi ini juga mendukung teknologi 64-bit pada Windows Vista dan Windows 7.
Untuk lebih lengkap tentang cubase, anda dapat menuju ke website resminya di http://www.steinberg.net/en/products/cubase/cubase6_start.html, anda juga dapat mendownload demo trialnya sebelum anda memutuskan untuk memakai cubase sebagai aplikasi audio editing anda.
Baca juga tutorial cubase di http://rumahrekam.wordpress.com/category/tutorial/nuendo-cubase/
Selasa, 15 Maret 2011
ALAT MUSIK TRADISI YANG MASIH BERTAHAN
Alat musik Tradisi, di
Tau Ta’a Lipu Sabado memiliki alat musik tradisi yang Cukup banyak dan
beragam, mulai dari alat musik petik, gesek, tiup maupun pukul.
Diantarannya yang sempat didokumentasikan adalah
- Nggeso adalah alat gesek yang merupakan salah satu dari sekian banyak alat musik yang di miliki oleh tau Ta’a, alat ini semacam biola pada alat musik modern yang terbuat dari : tempurung, kilit binatang seperti kus – kus, bambu, rotan dan kayu apa saja yang penting keras. Beberapa orang yang mahir dan masih sering bermain Ngeso seperti Apa Deni, ApanTuko, Apa Ninu.
- Du’e adalah alat musik petik satu tali yang terbuat dari kayu mancili, Bambu sebagai pengantar bunyi ke membrane tempurung, dan dimainkan dengan cara dipetik membrane tempurung dirapatkan pada perut dan sesekali dibuka untuk mencari sound lain. Tinggal beebrapa orang saja yang masih bias mempermainkan alat musik ini termasuk APantuko dan apa Deni.
- Talali adalah alat musik tiup yang terbuat dari bambu berukuran sekitar 50 Cm dengan diameter 2 cm dan memiliki 3 lubang untuk resolusi udara tempat meletakan jari dan hanya memiliki 3 nada. Dengan teknik meniup menggnakan perasaan untuk menemukan sound yang baik dan enak ditelinga. Tinggal bebrapa orang saja yang masih memainkannya, diantranya Indo Ntuko
- Talalo adalah alat pukul sejenis garputala terbuat dari bambu berukuran kira kira 75 cm, saat ini tinggal 1 orang yang bisa bermain Talalo hanya tinggal Indo Ntuko.
- Tamburu adalah alat pukul yang terbuat dari bambu berdiameter 10 cm dengan panjang bambu 35 cm. di Sabado setiap Pemuda dan anaka anaka juga kaum perempuan dapat mempermainkan tamburu bisa bermain Tamburu. Tamburu iramanya enerjik dan bersemangat, biasanya dipakai dalam Upacara Ritual Mobolong. Sebum ada ganda (gendang) atau jika tidak ada gendang dan gong tamburu dapat dipakai. ( Gambar Alat, Terlampir)
- Yori adalah alat musik yang menggunakan getaran dan ditampung dalam rongga mulut sebagai membrane dengan cara ditarik sehngga menimbulkan getaran dan berbunyi. Yoru terbuat dari kulit enau yang dikeringkan, Yori berukuran panjang 10 cm dan lebar 2 cm. Dilipu sabadao hanya tinggal Indo Tuko yang dapat memainkannya.
- Ganda/ Kanda adalah nama alat musik pukul yang biasa kita kenal dengan gendang yang memiliki dua buah kulit menutupi kedua sisinya. Hamper semua pemuda maupun anak anak dapat bermain Ganda ( Gambar Alat, Terlampir)
- Kua – Kua adalah alat musik tiup yang terbuat dari bambu berukuran sekitar 50 Cm dengan diameter 1/2 cm dan memiliki 3 lubang untuk resolusi udara. Hanya Tinggal Indo Ntuko sendiri yang bisa bermain alat ini ( Gambar Alat, Terlampir)
- Gongi atau Gong adalah alat musik pukul terbuat dari kuningan yang mereka beli di Toili dan kepulaun sea-sea. Sebagai alat pasangan dari Ganda dipakai untuk upacara adat mobolong, panto. Gongi berukuran diameter 80 Cm dan 70. permain gong hanya dibolehkan dipegang oleh kaum wanita jika melakukan ritual upacara adat. Semua wanita dilipu sabadao dapat memainkannya.
Apa itu MASTERING Musik?
Kalau komiu anak band yang pernah rekaman tentunya sering atau pernah
mendengar kata mastering. Apa itu mastering ? Apa perbedaan antara
mixing dan mastering ?
Proses mastering yang sering disebut orang sebenarnya lebih tepat dikatakan sebagai Pre Mastering. Namun dalam kenyataannya orang lebih cenderung mengatakannya sebagai Mastering daripada Pre Mastering. Secara natural istilah Pre Mastering inipun berubah menjadi Mastering.
Mastering adalah tahap akhir dalam proses sebuah musik. Mastering dalam bahasa yang sederhana dapat dikatakan sebagai proses polishing musik. Sama seperti furniture yang dipolish biar kinclong, komiu perlu membuat musik komiu menjadi kinclong. Caranya dengan dikirim ke proses mastering.
Apa perbedaan antara Mixing dan Mastering ? Mixing adalah proses balancing multitracks. Saat kita merekam lagu, kita akan menggunakan banyak track untuk merekam alat-alat musik tersebut. Supaya bunyi menjadi seimbang maka kita melakukan proses mixing. Berbeda dengan mixing, dalam proses mastering komiu hanya menggunakan 1 stereo file. 1 stereo file terdiri dari 2 track yaitu kiri dan kanan. Jadi file yang dikirim untuk mastering adalah final mixing komiu, bukan multitracks atau file mentah hasil rekaman.
Apa yang bisa komiu lakukan dalam proses mastering ? Apa yang hanya bisa dilakukan dalam proses mixing ? Apa yang harus diperhatikan saat mixing ?
Balancing
Balancing adalah proses dimana loe menyeimbangkan multitracks. Proses balancing hanya bisa dilakukan dalam proses mixing. Apabila ada track yang terlalu kekencangan atau kekecilan, maka komiu perlu untuk memperbaikinya lagi diproses mixing.
Tuning
Wah vokalisku suaranya fales, tuning gitarku rada out. Bisa ngak diperbaiki di proses mastering? Jawabannya TIDAK. Proses tuning hanya bisa dilakukan sewaktu mixing. Oleh karena itu pastikan semua not-not yang kedengaran fales sudah ditune sebelum dikirim ke mastering session.
Sound Kurang Bersih
Kadang loe merasa sound hasil mixing komiu kurang bersih padahal sound sudah di EQ dan di Filter. Masalah bersih ini dapat diatasi dalam proses mastering.
Sound Kurang lebar
Kok mixingan gue kurang lebar yah, padahal udah dipanning full nih? Don’t worry we can help you to make it wider in the mastering process.
Frekuensi Saling Bertabrakan
Kadang loe memiliki hingga 100 tracks atau lebih saat rekaman. Mau ngak mau pasti ada frekuensi yang saling bertabrakan satu sama lain. Dalam proses mastering komiu dapat membuat frekuensi tersebut menjadi lebih terbuka dan tidak bertabrakan satu sama lain. Dengan demikian bunyi alat-alat musik menjadi lebih jelas terdengar.
Loudness Level
Apakah sound mixing harus kencang ? Jawabannya TIDAK. Banyak Mixing Engineer yang pengen hasil mixingannya kencang. Ini adalah pola pemikiran yang perlu untuk diperbaiki. Mixing sound tidak harus kencang apalagi sampai menaruh limiter (L1, L2 atau L3) di master fader. Dengan menaruh limiter berarti anda membatasi kerja mastering engineer. Usahakan untuk membuat sound mixing yang bagus tanpa menggunakan limiter. Biarkan masalah kencang ditangani langsung oleh mastering engineer. Saat mixing, sisakan 3-6 dBFS headroom dengan posisi master fader tetap di 0dBFS.
Peak
Sering kali komiu keasyikan mixing. Tanpa disadari master fader pun peak (merah). Banyak mixing engineer berpikir secara praktis dengan menurunkan level master fader atau menaruh limiter untuk menghindari peak. Ini adalah cara yang kurang tepat. Posisi master fader harus selalu berada di angka NOL (0). Saat terjadi peak, yang perlu diturunkan adalah level individu track, bukan level master fader. Jangan sampai terjadi peak di individu track. Pengen sound yang kencang saat mixing? Naikkan level monitoring loe..
Sample Rate & Bit Resolution
Usahakan untuk menggunakan sample rate yang sama mulai dari proses recording, mixing hingga mastering. Beritahukan kepada mastering engineer sample rate yang loe gunakan. Apabila final destination komiu adalah CD Audio, maka saat recording cukup menggunakan sample rate 44.1 kHz dan 24 bit. Untuk Video sebaiknya menggunakan sample rate 48 kHz dan 24 bit.
Less is more – Simpler is Better
komiu dapat menggunakan EQ, Compressor, Gate, Reverb, Delay, dll untuk mixing. Gunakan dan kuasai alat-alat ini secara baik dan benar. File lagu dengan kualitas yang terbaik adalah file lagu yang masih murni dari hasil rekaman tanpa harus melewati banyak proses. Usahakan untuk mendapatkan hasil rekaman yang baik. Hindari prinsip “WE CAN FIX IT DURING MIXING/MASTERING”. Saat mixing, usahakan untuk membuat sound yang natural, jangan sampai terlalu boomy atau terlalu tajam. Good Mixing = Good Mastering.
Normalize
Don’t Ever Do This – Not Even Think About It!!
Mastering adalah proses final dan sensitif. Percayakan proses mastering loe kepada Professional Mastering Engineer yang spesialisasi dibidang ini. Saat memutuskan untuk menjadi seorang Sound Engineer, fokuskan diri loe ke satu bidang dimana loe benar-benar menjadi seorang pakar dibidang tersebut. Profesi yang saling merangkap akan membuat hasil kerja komiu menjadi kurang maksimal karena konsenstrasi dan fokus yang terpecah-belah serta dikejar-kejar waktu.
[ Read More ]
Proses mastering yang sering disebut orang sebenarnya lebih tepat dikatakan sebagai Pre Mastering. Namun dalam kenyataannya orang lebih cenderung mengatakannya sebagai Mastering daripada Pre Mastering. Secara natural istilah Pre Mastering inipun berubah menjadi Mastering.
Mastering adalah tahap akhir dalam proses sebuah musik. Mastering dalam bahasa yang sederhana dapat dikatakan sebagai proses polishing musik. Sama seperti furniture yang dipolish biar kinclong, komiu perlu membuat musik komiu menjadi kinclong. Caranya dengan dikirim ke proses mastering.
Apa perbedaan antara Mixing dan Mastering ? Mixing adalah proses balancing multitracks. Saat kita merekam lagu, kita akan menggunakan banyak track untuk merekam alat-alat musik tersebut. Supaya bunyi menjadi seimbang maka kita melakukan proses mixing. Berbeda dengan mixing, dalam proses mastering komiu hanya menggunakan 1 stereo file. 1 stereo file terdiri dari 2 track yaitu kiri dan kanan. Jadi file yang dikirim untuk mastering adalah final mixing komiu, bukan multitracks atau file mentah hasil rekaman.
Apa yang bisa komiu lakukan dalam proses mastering ? Apa yang hanya bisa dilakukan dalam proses mixing ? Apa yang harus diperhatikan saat mixing ?
Balancing
Balancing adalah proses dimana loe menyeimbangkan multitracks. Proses balancing hanya bisa dilakukan dalam proses mixing. Apabila ada track yang terlalu kekencangan atau kekecilan, maka komiu perlu untuk memperbaikinya lagi diproses mixing.
Tuning
Wah vokalisku suaranya fales, tuning gitarku rada out. Bisa ngak diperbaiki di proses mastering? Jawabannya TIDAK. Proses tuning hanya bisa dilakukan sewaktu mixing. Oleh karena itu pastikan semua not-not yang kedengaran fales sudah ditune sebelum dikirim ke mastering session.
Sound Kurang Bersih
Kadang loe merasa sound hasil mixing komiu kurang bersih padahal sound sudah di EQ dan di Filter. Masalah bersih ini dapat diatasi dalam proses mastering.
Sound Kurang lebar
Kok mixingan gue kurang lebar yah, padahal udah dipanning full nih? Don’t worry we can help you to make it wider in the mastering process.
Frekuensi Saling Bertabrakan
Kadang loe memiliki hingga 100 tracks atau lebih saat rekaman. Mau ngak mau pasti ada frekuensi yang saling bertabrakan satu sama lain. Dalam proses mastering komiu dapat membuat frekuensi tersebut menjadi lebih terbuka dan tidak bertabrakan satu sama lain. Dengan demikian bunyi alat-alat musik menjadi lebih jelas terdengar.
Loudness Level
Apakah sound mixing harus kencang ? Jawabannya TIDAK. Banyak Mixing Engineer yang pengen hasil mixingannya kencang. Ini adalah pola pemikiran yang perlu untuk diperbaiki. Mixing sound tidak harus kencang apalagi sampai menaruh limiter (L1, L2 atau L3) di master fader. Dengan menaruh limiter berarti anda membatasi kerja mastering engineer. Usahakan untuk membuat sound mixing yang bagus tanpa menggunakan limiter. Biarkan masalah kencang ditangani langsung oleh mastering engineer. Saat mixing, sisakan 3-6 dBFS headroom dengan posisi master fader tetap di 0dBFS.
Peak
Sering kali komiu keasyikan mixing. Tanpa disadari master fader pun peak (merah). Banyak mixing engineer berpikir secara praktis dengan menurunkan level master fader atau menaruh limiter untuk menghindari peak. Ini adalah cara yang kurang tepat. Posisi master fader harus selalu berada di angka NOL (0). Saat terjadi peak, yang perlu diturunkan adalah level individu track, bukan level master fader. Jangan sampai terjadi peak di individu track. Pengen sound yang kencang saat mixing? Naikkan level monitoring loe..
Sample Rate & Bit Resolution
Usahakan untuk menggunakan sample rate yang sama mulai dari proses recording, mixing hingga mastering. Beritahukan kepada mastering engineer sample rate yang loe gunakan. Apabila final destination komiu adalah CD Audio, maka saat recording cukup menggunakan sample rate 44.1 kHz dan 24 bit. Untuk Video sebaiknya menggunakan sample rate 48 kHz dan 24 bit.
Less is more – Simpler is Better
komiu dapat menggunakan EQ, Compressor, Gate, Reverb, Delay, dll untuk mixing. Gunakan dan kuasai alat-alat ini secara baik dan benar. File lagu dengan kualitas yang terbaik adalah file lagu yang masih murni dari hasil rekaman tanpa harus melewati banyak proses. Usahakan untuk mendapatkan hasil rekaman yang baik. Hindari prinsip “WE CAN FIX IT DURING MIXING/MASTERING”. Saat mixing, usahakan untuk membuat sound yang natural, jangan sampai terlalu boomy atau terlalu tajam. Good Mixing = Good Mastering.
Normalize
Don’t Ever Do This – Not Even Think About It!!
Mastering adalah proses final dan sensitif. Percayakan proses mastering loe kepada Professional Mastering Engineer yang spesialisasi dibidang ini. Saat memutuskan untuk menjadi seorang Sound Engineer, fokuskan diri loe ke satu bidang dimana loe benar-benar menjadi seorang pakar dibidang tersebut. Profesi yang saling merangkap akan membuat hasil kerja komiu menjadi kurang maksimal karena konsenstrasi dan fokus yang terpecah-belah serta dikejar-kejar waktu.
Arsitektur Tradisional di Sulawesi Tengah
Arsitektur Tradisional
Daerah Sulawesi Tengah memiliki berbagai bentuk arsitektur tradisional dan teknik pembuatannya beraneka ragam yang dipengaruhi oleh keadaan lingkungan dan letak geografisnya, seperti:
Souraja
Souraja merupakan rumah tradisional tempat tinggal para bangsawan, yang berdiam di pantai atau di kota. Kata Souraja dapat diartikan rumah besar, merupakan rumah kediaman tidak resmi dari manggan atau raja beserta keluarga-keluarganya. Rumah orang biasa atau rakyat kebanyakan meskipun bentuk dan ukurannya sama dengan souraja.
Bangunan Souraja berbentuk rumah panggung yang ditopang sejumlah tiang kayu balok persegi empat dari kayu keras seperti kayu ulin, bayan, atau sejenisnya. Atapnya berbentuk piramide segitiga, bagian depan dan belakang atapnya ditutup dengan papan yang dihiasi dengan ukiran disebut panapiri dan pada ujung bubungan bagian depan dan belakang diletakkan mahkota berukir disebut bangko-bangko. Seluruh bahan bangunan mulai dari lantai, dinding balok-balok terbagi atas tiga ruangan, yaitu: Ruang depan disebut lonta karawana yang dibiarkan kosong, berfungsi untuk menerima tamu. Dahulu sebelum ada meja kursi, di ruangan ini dibentangkan tikar atau onysa. Ruangan ini juga untuk tempat tidur tamu yang menginap. Ruangan kedua adalah ruang tengah, disebut lonta tata ugana diperuntukkan bagi tamu keluarga serta lonta rorana yaitu ruang belakang, berfungsi sebagai ruang makan, tapi kadang-kadang ruang makan berada di lonta tatangana. Antara dinding dan dibuat kamar-kamar tidur. Khusus untuk kamar tidur perempuan atau anak-anak gadis biasanya ditempatkan di pojok belakang lonta rorana, maksudnya agar mudah diawasi oleh orang tua. Untuk tamu perempuan dan para kenalan dekat diterima di ruang makan. Ruang dapur, sumur dan jamban dibuatkan bangunan tambahan atau ruangan lain di bagian belakang rumah induk. Untuk menghubungkan rumah induk dengan dapur atau urang avu dibuatkan jembatan beratap disebut hambate atau bahasa bugis Jongke. Di bagian ini kadang-kadang dibuatkan pekuntu yakni ruangan terbuka untuk berangin-angin anggota keluarga. Di kolong dapur diberi pagar sekeliling, sedangkan di bawah rumah induk dibiarkan terbuka dan kadang-kadang menjadi ruang kerja untuk pertukangan, atau keperluan-keperluan lainnya. Sedangkan loteng rumah dipergunakan untuk menyimpan benda-benda pusaka dan lain-lain.
Secara keseluruhan, bangunan Souraja cukup unik dan artistik lebih-lebih bila dilihat dari hiasannya berupa kaligradi huruf Arab tertampang pada jelusi-jelusi pintu atau jendela, atau ukiran pada dinding, loteng, dibagian lonta-karavana, pinggiran cucuran atap, papanini, bangko-bangko dengan motif bunga-bungaan dan daun-daunan. Semua hiasan tersebut melambangkan kesuburan, kemuliaan, keramah-tamahan dan kesejahteraan bagi penghuninya.
[kembali ke atas]
Tambi (Rumah Adat Suku Lore)
Rumah tempat tinggal penduduk disebut tambi, yang merupakan tempat tinggal untuk segala lapisan masyarakat. Yang membedakan rumah sebagai tempat tinggal kalangan bangsawan dengan rakyat biasa terletak pada bubungan rumah, yang mana pada bubungan rumah para bangsawan dipasang simbol kepala kerbau, sedangkan pada rumah rakyat biasa tidak dipasang simbol tersebut.
Rumah Tambi merupakan rumah di atas tiang yang terbuat dari kayu bonati. Bentuk rumah ini segi empat dan atapnya berbentuk piramida terbuat dari daun rumbia atau ijuk. Ukurannya tergantung dari kemampuan masing-masing pemiliknya. Ruangan utama (lobona) dari rumah ini tidak dibagi atas kamar-kamar, hanya di tengahnya terdapat dapur (rapu) yang dilengkapi dengan tungku tempat memasak. Di sekeliling dinding rumah dibuat asari atau para-para yang memanjang sekeliling ruangan utama. Pintu rumah berbentuk empat persegi yang menghadap ke depan. Pada daun pintu diukir dengan motif kepala kerbau. Tangga rumah terbuat dari kayu keras yang bulat dan ditakik. Jumlah anak tangga antara 3-5 buah, tergantung dari tinggi rendahnya rumah tersebut.
Ruang utama berfungsi sebagai ruang tamu di kalangan keluarga, sedangkan para-para (asari) berfungsi serba guna. Selain dipergunakan sebagai tempat tidur yang diberi pembatas, dapat pula berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan harta benda, benda-benda pusaka, atau barang-barang berharga lainnya. Rumah ini tidak berkamar, para penghuninya biasa tidur di ruang tengah dengan menggunakan tempat tidur terbuat dari kulit kayu (nunu).
Pada bangunan-bangunan tradisional dihias dengan berbagai bentuk ragam hias yang menggunakan motif-motif tertentu, terutama motif fauna dan flora. Ragam hias dengan motif fauna terdiri dari pebaula (berbentuk kepala dan tanduk kerbau) dan bati (ukiran kepala kerbau, ayam, atau babi). Ragam hias ini tidak diukir seperti benda-benda ukiran biasa, tetapi hanya dipahat sampai halus dan rapi. Ukiran kerbau merupakan simbol kekayaan pemilik rumah, sedangkan ragam hias babi melambangkan kekayaan, kesuburan dan kesejahteraan pemilik rumah.
Warna yang digunakan dalam ragam hias ini disesuaikan dengan warna asli kayu yang diukir. Misalnya warna untuk ragam hias bati adalah kuning muda, sesuai dengan warna kayu yang digunakan. Dengan demikian ada bermacam-macam warna untuk menghias rumah, antara lain hitam, kuning muda, atau cokelat.
Sedangkan ragam hias dengan motif flora (pompeninie) merupakan sobekan-sobekan kain yang dibuat dari kulit kayu. Kain Yang berwarna-warni tersebut diikat dengan rotan, sehingga terangkai menjadi suatu bentuk ragam hias, yang maksudnya agar penghuni rumah terhindar dari segala gangguan roh-roh jahat. Umumnya bentuk bunga yang sering dibuat sebagai ragam hias rumah. Warna ragam hias ini bermacam-macam, biasanya berwarna merah, putih, kuning, hitam, biru, atau hijau.
Arah menghadap Tambi adalah utara-selatan, jadi tidak boleh menghadap atau membelakangi matahari. Tambi juga memiliki bangunan tambahan yang tidak dapat dipisahkan, yaitu Buho (di Kabupaten Donggala disebut Gampiri), bangunan berbentuk trapezium yang berada pada masyarakat Lore, yang terdiri dari dua lantai. Lantai bawah berfungsi sebagai tempat musyawarah atau menerima tamu, sedang lantai atas digunakan sebagai lumbung padi.
Letak Buho adalah didepan Tambi sebagai bangunan induk karena Buho adalah tempat menerima tamu. Bangunan lainnya yang sangat sederhana disebut Pointua, yaitu tempat menumbuk padi, dimana terdapat lesung yang disebut iso berbentuk segi emapt panjang bertiang 4 buah dan kadang-kadang terdapat pula lesung bundar yang disebut iso busa.
Gampiri (Lumbung)
Gampiri (Lumbung) adalah tempat penyimpanan padi atau hasil pertanian lainnya atau sebagai tempat penyimpanan barang-barang yang sangat berharga yang dimiliki oleh keluarga secara turun-menurun. Model bangunan yang tradisional khas Suku Kaili dan salah satu bangunan tua peninggalan sejarah Suku Kaili. Bangunan ini terletak di Kecamatan Palu Barat.
Baruga (bantaya)
Bentuk bangunan Baruga / Bantaya adalah biasa saja, bangunan ini hanyalah sebuah rumah panggung yang panjang. Ruangannya terbuka tanpa kamar, punya pintu dan tangga di bagian depan samping kiri dan samping kanan atau sering juga dibagian belakang. Dinding setinggi pinggang, lantainya rata. Konstruksi bangunan sama saja dengan rumah-rumah kampung yang ada sekarang tanpa dapur.
Ditinjau dari segi bangunan, disepanjang sejarah Baruga bukanlah tempat dilaksanakannya upacara adat, sebaiknya hanya merupakan bangunan yang berfungsi sosial. Istilah "baruga" hanya dikenal didaerah suku Pamona, sedang didaerah lain dikenal dengan nama Bantaya.
Ada dua macam bantaya dilihat dari sifatnya, yaitu:
Lobo (Rumah Adat Suku Kulawi)
Lobo memiliki bentuk empat persegi panjang, berfungsi tempat musyawarah, melaksanakan pesta adat, menyambut tamu-tamu kehormatan dan sebagai tempat penginapan bagi orang-orang yang melanjutkan perjalanan.
Lobo dimasa pemerintahan raja-raja berfungsi sebagai pusat kesatuan adat, pemerintahan dan kebudayaan. Para bangsawan (maradika) sebagai pemegang tampuk pemerintahan, para ahli cendekiawan adat dan orang-orang penting mengadakan musyawarah di dalam bangunan ini untuk membicarakan masalah yang berkaitan dengan:
Dibagian samping menyebelah ada lagi palangka yang tingginya ± 40 cm diatas padence diperuntukkan bagi para tamu dari luar kampung yang dianggap terhormat.
Satu hal yang penting diketahui bahwa tidak sembarang orang diperkenankan masuk dalam Lobo, kecuali dalam hal-hal tertentu yang dianggap amat penting. Dengan demikian Lobo bukanlah bangunan yang berfungsi sosial, bahkan oleh sebagian orang dianggap bagunan yang keramat, agung dan suci. Patutlah kalau peneliti berkebangsaan Swedia, Dr. W. Kaudern menyebutnya dengan istilah "temple".
Lobo mempunyai bentuk yang sederhana, tetapi cukup unik. Alat-alat modern belumlah terlalu banyak campur tangan dalam proses pembuatannya. Belandar tiangnya dari kayu-kayu bundar asli dari hutan, dikupas kulit luarnya kemudian dihaluskan dengan parang. Kayu bundar tersebut berdiameter rata-rata 40 cm.
Dinding, tiang badan rumah keliling, belandar bagian atas umumnya dari balok/papan dengan ukuran rata-rata ± 40 X 10 cm, demikian juga lantainya. tapnya dibuat dari papan, semacam sirap tetapi lebar dan sedikit tebal, dibagian atas (bumbungan) ditutup dengan ijuk.
Semua pertemuan tiang dengan belandar, belandar dengan belandar, dinding, lantai, bahkan konstruksi bangunan Lobo belum mempergunakan paku (besi), semuanya serba cuak, sistim lidah-lidah, kait mengait dan tali temali pakai rotan. Tiang-tiang dipinggir dari kedua pintu muka dan belakang serta semua tiang-tiang penongkat belandar badan bangunan berbentuk papan lebar dan tebal yang dihiasi pahatan kepala kerbau berbagai motif terletak dibagian dalam dan luar. Pahatan kepala kerbau ini adalah langsung senyawa dengan tiang/dinding.
Tiang-tiang tersebut diatas sekaligus merupakan sebagian dinding Lobo yang diantara-antaranya dimasukkan papan melintang lebar ± 40 cm dua lembar adalah merupakan dinding yang juga berpahatkan kepala kerbau. Tangga Lobo terbuat dari kayu balok antere yang dibelah dengan model tangga bertrap-trap terdiri dari 5 sampai 7 trap. Bagian akhir tangga melangkah keruang padance model pahatan kerbau tertidur.Setiap pendatang yang masuk langsung menginjak pada pahatan itu sebelum masuk pada ruang padence.
Batang-batang kayu bercabang sebesar lengan terpancang disamping tiang pintu masuk dan dibeberapa tiang lainnya tegak terikat adalah tempat bambu-bambu saguer digantungkan.
Hal-hal lain yang sering orang tidak perhatikan adalah bahwa tiang tidak boleh terbalik, balok atau belandar-belandar yang letaknya melintang harus berlawanan dengan arah jarum jam atau berputar kekanan (ujung pohon dibagian kanan). Hanya satu bagian putar kiri yaitu kayu pengikat kaso bagian bawah (dibawah atap paling akhir), ini maksudnya ialah untuk mematikan apabila yang sudah terpasang.
Inilah sebagian dari keunikan konstruksi Lobo, semuanya serba diatur, diperhitungkan menurut petunjuk para ahli adat dan bangunan, demi keselamatan rakyat dan pemerintah yang membangun dan memanfaatkan Lobo.
Konstruksi Lobo:
Palava adalah rumah panggung berbentuk empat persegi panjang. Digunakan sebagai tempat tinggal masyarakat suku Kaili. Pada bagian atas terdiri dari serambi, ruang tidur, ruang tamu, dan dapur. Pada bagian kolong rumah tempat menyimpan alat transportasi tradisional gerobak dan peralatan pertanian.
Kataba
Kataba adalah rumah panggung berbentuk empat persegi panjang dengan konstruksi tiang merupakan landasan (pondasi), sehingga kelihatannya bertingkat. Rumah ini berfungsi sebagai rumah tinggal suku Kaili. Didiami keluarga besar yang biasanya dihuni tiga sampai empat keluarga.
Sumber: Perpustakaan Daerah Propinsi
Jl. Banteng No. 6 Palu Telp. (0451) 482490
[ Read More ]
Daerah Sulawesi Tengah memiliki berbagai bentuk arsitektur tradisional dan teknik pembuatannya beraneka ragam yang dipengaruhi oleh keadaan lingkungan dan letak geografisnya, seperti:
Souraja
Souraja merupakan rumah tradisional tempat tinggal para bangsawan, yang berdiam di pantai atau di kota. Kata Souraja dapat diartikan rumah besar, merupakan rumah kediaman tidak resmi dari manggan atau raja beserta keluarga-keluarganya. Rumah orang biasa atau rakyat kebanyakan meskipun bentuk dan ukurannya sama dengan souraja.
Bangunan Souraja berbentuk rumah panggung yang ditopang sejumlah tiang kayu balok persegi empat dari kayu keras seperti kayu ulin, bayan, atau sejenisnya. Atapnya berbentuk piramide segitiga, bagian depan dan belakang atapnya ditutup dengan papan yang dihiasi dengan ukiran disebut panapiri dan pada ujung bubungan bagian depan dan belakang diletakkan mahkota berukir disebut bangko-bangko. Seluruh bahan bangunan mulai dari lantai, dinding balok-balok terbagi atas tiga ruangan, yaitu: Ruang depan disebut lonta karawana yang dibiarkan kosong, berfungsi untuk menerima tamu. Dahulu sebelum ada meja kursi, di ruangan ini dibentangkan tikar atau onysa. Ruangan ini juga untuk tempat tidur tamu yang menginap. Ruangan kedua adalah ruang tengah, disebut lonta tata ugana diperuntukkan bagi tamu keluarga serta lonta rorana yaitu ruang belakang, berfungsi sebagai ruang makan, tapi kadang-kadang ruang makan berada di lonta tatangana. Antara dinding dan dibuat kamar-kamar tidur. Khusus untuk kamar tidur perempuan atau anak-anak gadis biasanya ditempatkan di pojok belakang lonta rorana, maksudnya agar mudah diawasi oleh orang tua. Untuk tamu perempuan dan para kenalan dekat diterima di ruang makan. Ruang dapur, sumur dan jamban dibuatkan bangunan tambahan atau ruangan lain di bagian belakang rumah induk. Untuk menghubungkan rumah induk dengan dapur atau urang avu dibuatkan jembatan beratap disebut hambate atau bahasa bugis Jongke. Di bagian ini kadang-kadang dibuatkan pekuntu yakni ruangan terbuka untuk berangin-angin anggota keluarga. Di kolong dapur diberi pagar sekeliling, sedangkan di bawah rumah induk dibiarkan terbuka dan kadang-kadang menjadi ruang kerja untuk pertukangan, atau keperluan-keperluan lainnya. Sedangkan loteng rumah dipergunakan untuk menyimpan benda-benda pusaka dan lain-lain.
Secara keseluruhan, bangunan Souraja cukup unik dan artistik lebih-lebih bila dilihat dari hiasannya berupa kaligradi huruf Arab tertampang pada jelusi-jelusi pintu atau jendela, atau ukiran pada dinding, loteng, dibagian lonta-karavana, pinggiran cucuran atap, papanini, bangko-bangko dengan motif bunga-bungaan dan daun-daunan. Semua hiasan tersebut melambangkan kesuburan, kemuliaan, keramah-tamahan dan kesejahteraan bagi penghuninya.
[kembali ke atas]
Tambi (Rumah Adat Suku Lore)
Rumah tempat tinggal penduduk disebut tambi, yang merupakan tempat tinggal untuk segala lapisan masyarakat. Yang membedakan rumah sebagai tempat tinggal kalangan bangsawan dengan rakyat biasa terletak pada bubungan rumah, yang mana pada bubungan rumah para bangsawan dipasang simbol kepala kerbau, sedangkan pada rumah rakyat biasa tidak dipasang simbol tersebut.
Rumah Tambi merupakan rumah di atas tiang yang terbuat dari kayu bonati. Bentuk rumah ini segi empat dan atapnya berbentuk piramida terbuat dari daun rumbia atau ijuk. Ukurannya tergantung dari kemampuan masing-masing pemiliknya. Ruangan utama (lobona) dari rumah ini tidak dibagi atas kamar-kamar, hanya di tengahnya terdapat dapur (rapu) yang dilengkapi dengan tungku tempat memasak. Di sekeliling dinding rumah dibuat asari atau para-para yang memanjang sekeliling ruangan utama. Pintu rumah berbentuk empat persegi yang menghadap ke depan. Pada daun pintu diukir dengan motif kepala kerbau. Tangga rumah terbuat dari kayu keras yang bulat dan ditakik. Jumlah anak tangga antara 3-5 buah, tergantung dari tinggi rendahnya rumah tersebut.
Ruang utama berfungsi sebagai ruang tamu di kalangan keluarga, sedangkan para-para (asari) berfungsi serba guna. Selain dipergunakan sebagai tempat tidur yang diberi pembatas, dapat pula berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan harta benda, benda-benda pusaka, atau barang-barang berharga lainnya. Rumah ini tidak berkamar, para penghuninya biasa tidur di ruang tengah dengan menggunakan tempat tidur terbuat dari kulit kayu (nunu).
Pada bangunan-bangunan tradisional dihias dengan berbagai bentuk ragam hias yang menggunakan motif-motif tertentu, terutama motif fauna dan flora. Ragam hias dengan motif fauna terdiri dari pebaula (berbentuk kepala dan tanduk kerbau) dan bati (ukiran kepala kerbau, ayam, atau babi). Ragam hias ini tidak diukir seperti benda-benda ukiran biasa, tetapi hanya dipahat sampai halus dan rapi. Ukiran kerbau merupakan simbol kekayaan pemilik rumah, sedangkan ragam hias babi melambangkan kekayaan, kesuburan dan kesejahteraan pemilik rumah.
Warna yang digunakan dalam ragam hias ini disesuaikan dengan warna asli kayu yang diukir. Misalnya warna untuk ragam hias bati adalah kuning muda, sesuai dengan warna kayu yang digunakan. Dengan demikian ada bermacam-macam warna untuk menghias rumah, antara lain hitam, kuning muda, atau cokelat.
Sedangkan ragam hias dengan motif flora (pompeninie) merupakan sobekan-sobekan kain yang dibuat dari kulit kayu. Kain Yang berwarna-warni tersebut diikat dengan rotan, sehingga terangkai menjadi suatu bentuk ragam hias, yang maksudnya agar penghuni rumah terhindar dari segala gangguan roh-roh jahat. Umumnya bentuk bunga yang sering dibuat sebagai ragam hias rumah. Warna ragam hias ini bermacam-macam, biasanya berwarna merah, putih, kuning, hitam, biru, atau hijau.
Arah menghadap Tambi adalah utara-selatan, jadi tidak boleh menghadap atau membelakangi matahari. Tambi juga memiliki bangunan tambahan yang tidak dapat dipisahkan, yaitu Buho (di Kabupaten Donggala disebut Gampiri), bangunan berbentuk trapezium yang berada pada masyarakat Lore, yang terdiri dari dua lantai. Lantai bawah berfungsi sebagai tempat musyawarah atau menerima tamu, sedang lantai atas digunakan sebagai lumbung padi.
Letak Buho adalah didepan Tambi sebagai bangunan induk karena Buho adalah tempat menerima tamu. Bangunan lainnya yang sangat sederhana disebut Pointua, yaitu tempat menumbuk padi, dimana terdapat lesung yang disebut iso berbentuk segi emapt panjang bertiang 4 buah dan kadang-kadang terdapat pula lesung bundar yang disebut iso busa.
Gampiri (Lumbung)
Gampiri (Lumbung) adalah tempat penyimpanan padi atau hasil pertanian lainnya atau sebagai tempat penyimpanan barang-barang yang sangat berharga yang dimiliki oleh keluarga secara turun-menurun. Model bangunan yang tradisional khas Suku Kaili dan salah satu bangunan tua peninggalan sejarah Suku Kaili. Bangunan ini terletak di Kecamatan Palu Barat.
Baruga (bantaya)
Bentuk bangunan Baruga / Bantaya adalah biasa saja, bangunan ini hanyalah sebuah rumah panggung yang panjang. Ruangannya terbuka tanpa kamar, punya pintu dan tangga di bagian depan samping kiri dan samping kanan atau sering juga dibagian belakang. Dinding setinggi pinggang, lantainya rata. Konstruksi bangunan sama saja dengan rumah-rumah kampung yang ada sekarang tanpa dapur.
Ditinjau dari segi bangunan, disepanjang sejarah Baruga bukanlah tempat dilaksanakannya upacara adat, sebaiknya hanya merupakan bangunan yang berfungsi sosial. Istilah "baruga" hanya dikenal didaerah suku Pamona, sedang didaerah lain dikenal dengan nama Bantaya.
Ada dua macam bantaya dilihat dari sifatnya, yaitu:
- Yang bersifat sementara: didirikan disaat keluarga bangsawan mengadakan pesta yaitu sebuah bangunan yang disediakan untuk menampung para tamu, jadi Bantaya hanyalah berupa bangunan tambahan sementara, dan akan segera dibongkar bila pesta telah selesai.
- Yang
bersifat tetap: adalah hasil swadaya masyarakat yang ditujukan
untuk maksud-maksud sosial, seperti;
- pesta keramaian kampung
- tempat berkumpul untuk membicarakan hal-hal yang tidak terlalu prinsipil karena yang menyangkut masalah adat dilakukan di Lobo
- tempat tinggal sementara kaum musafir dari lain kampung
Lobo (Rumah Adat Suku Kulawi)
Lobo memiliki bentuk empat persegi panjang, berfungsi tempat musyawarah, melaksanakan pesta adat, menyambut tamu-tamu kehormatan dan sebagai tempat penginapan bagi orang-orang yang melanjutkan perjalanan.
Lobo dimasa pemerintahan raja-raja berfungsi sebagai pusat kesatuan adat, pemerintahan dan kebudayaan. Para bangsawan (maradika) sebagai pemegang tampuk pemerintahan, para ahli cendekiawan adat dan orang-orang penting mengadakan musyawarah di dalam bangunan ini untuk membicarakan masalah yang berkaitan dengan:
- Perumusan suatu undang-undang, peraturan-peraturan adat
- pelaksanaan pemerintahan yaitu dalam hal-hal memberangkatkan dan menerima pasukan perang
- pemutusan/mengadili perkara-perkara terhadap setiap pelanggaran, penyelewengan dan kejahatan. Pelaksanaan hukuman bisa dilaksanakan di Lobo atau di tempat lain misalnya di pohon kayu ditengah hutan atau di pinggir-pinggir kali, menurut jenis dan macamnya perbuatan
- dalam hal-hal yang menyangkut perekonomian: kapan dimulai membuka kebun,sawah atau ladang; kapan dimulai bertanam, menuai, pengaturan perairan dsb.
- disamping hal-hal ersebut Lobo juga menjadi
tempat dilaksanakannya pesta-pesta adat, sehubungan dengan:
- keselamatan kampung, supaya terhindar dari berbagai macam penyakit menular, bala serta kutukan dewa akibat adanya perbuatan sumbang.
- pengucapan syukur berhubungan dengan hasil panen yang baik
- menyambut/memberangkatkan pasukan perang
- menyambut tamu-tamu terhormat dari luar daerah
Dibagian samping menyebelah ada lagi palangka yang tingginya ± 40 cm diatas padence diperuntukkan bagi para tamu dari luar kampung yang dianggap terhormat.
Satu hal yang penting diketahui bahwa tidak sembarang orang diperkenankan masuk dalam Lobo, kecuali dalam hal-hal tertentu yang dianggap amat penting. Dengan demikian Lobo bukanlah bangunan yang berfungsi sosial, bahkan oleh sebagian orang dianggap bagunan yang keramat, agung dan suci. Patutlah kalau peneliti berkebangsaan Swedia, Dr. W. Kaudern menyebutnya dengan istilah "temple".
Lobo mempunyai bentuk yang sederhana, tetapi cukup unik. Alat-alat modern belumlah terlalu banyak campur tangan dalam proses pembuatannya. Belandar tiangnya dari kayu-kayu bundar asli dari hutan, dikupas kulit luarnya kemudian dihaluskan dengan parang. Kayu bundar tersebut berdiameter rata-rata 40 cm.
Dinding, tiang badan rumah keliling, belandar bagian atas umumnya dari balok/papan dengan ukuran rata-rata ± 40 X 10 cm, demikian juga lantainya. tapnya dibuat dari papan, semacam sirap tetapi lebar dan sedikit tebal, dibagian atas (bumbungan) ditutup dengan ijuk.
Semua pertemuan tiang dengan belandar, belandar dengan belandar, dinding, lantai, bahkan konstruksi bangunan Lobo belum mempergunakan paku (besi), semuanya serba cuak, sistim lidah-lidah, kait mengait dan tali temali pakai rotan. Tiang-tiang dipinggir dari kedua pintu muka dan belakang serta semua tiang-tiang penongkat belandar badan bangunan berbentuk papan lebar dan tebal yang dihiasi pahatan kepala kerbau berbagai motif terletak dibagian dalam dan luar. Pahatan kepala kerbau ini adalah langsung senyawa dengan tiang/dinding.
Tiang-tiang tersebut diatas sekaligus merupakan sebagian dinding Lobo yang diantara-antaranya dimasukkan papan melintang lebar ± 40 cm dua lembar adalah merupakan dinding yang juga berpahatkan kepala kerbau. Tangga Lobo terbuat dari kayu balok antere yang dibelah dengan model tangga bertrap-trap terdiri dari 5 sampai 7 trap. Bagian akhir tangga melangkah keruang padance model pahatan kerbau tertidur.Setiap pendatang yang masuk langsung menginjak pada pahatan itu sebelum masuk pada ruang padence.
Batang-batang kayu bercabang sebesar lengan terpancang disamping tiang pintu masuk dan dibeberapa tiang lainnya tegak terikat adalah tempat bambu-bambu saguer digantungkan.
Hal-hal lain yang sering orang tidak perhatikan adalah bahwa tiang tidak boleh terbalik, balok atau belandar-belandar yang letaknya melintang harus berlawanan dengan arah jarum jam atau berputar kekanan (ujung pohon dibagian kanan). Hanya satu bagian putar kiri yaitu kayu pengikat kaso bagian bawah (dibawah atap paling akhir), ini maksudnya ialah untuk mematikan apabila yang sudah terpasang.
Inilah sebagian dari keunikan konstruksi Lobo, semuanya serba diatur, diperhitungkan menurut petunjuk para ahli adat dan bangunan, demi keselamatan rakyat dan pemerintah yang membangun dan memanfaatkan Lobo.
Konstruksi Lobo:
- Perawatu: batu-batu yang berfungsi sebagai alas bangunan Lobo seluruhnya
- Pangoto: empat balok bendar menumpang diatas parawatu ikut lebar badan Lobo
- Paduncu: memanjang ikut badan Lobo 2 buah balok bundar menumpang diatas pangoto
- Palangka: tiang-tiang yang menongkat balok memanjang ikut badan Lobo, tertancap diatas 2 buah pangoto sebelah menyebelah pinggir kanan dan kiri dan paduncu
- Pangketi: balok segi empat yang ditongkat tiang palangka
- Pomulu: diatas pangketi melintagn lagi balok-balok agak lebih kecil bundar
- Pembiti-Pomulu: balok bundar besar diatas momulu yang berfungsi sebagai penjepit/penekan pomulu
- Pomulu-langa: balok diatas pembiti-pomulu memanjang ikut panjang badan Lobo
- Pomulu-late: melintang diatas pomulu-langa.
- Beberapa buah tambur besar tergantung dibagian dalam
- Beberapa buah karatu, semacam gendang panjang mempunyai pinggang dibagian belakang
- Tombak, dan
- Perisai
Palava adalah rumah panggung berbentuk empat persegi panjang. Digunakan sebagai tempat tinggal masyarakat suku Kaili. Pada bagian atas terdiri dari serambi, ruang tidur, ruang tamu, dan dapur. Pada bagian kolong rumah tempat menyimpan alat transportasi tradisional gerobak dan peralatan pertanian.
Kataba
Kataba adalah rumah panggung berbentuk empat persegi panjang dengan konstruksi tiang merupakan landasan (pondasi), sehingga kelihatannya bertingkat. Rumah ini berfungsi sebagai rumah tinggal suku Kaili. Didiami keluarga besar yang biasanya dihuni tiga sampai empat keluarga.
Sumber: Perpustakaan Daerah Propinsi
Jl. Banteng No. 6 Palu Telp. (0451) 482490
Sabtu, 26 Februari 2011
Sekilas Pariwisata Sulawesi Tengah
![]() |
| Tanjung Karang |
Potensi Pariwisata Dan Amanat Rakyat
Dewasa ini pembangunan sektor pariwisata di Sulawesi Tengah sedang berbenah diri untuk menarik minat wisatawan baik wisatawan Nusantara maupun wisatwan asing. Obyek wisata andalan di Provinsi Sulawesi Tengah antara lain Pantai Tanjung Karang yang terletak 3 km barat daya dari kota Donggala dimana terdapat usaha Diving oleh Prince John Dive Resort, serta terdapat beberapa Cottage antara lain Harmony Cottage. Kunjungan wisatawan ke Tanjung Karang lebih di dominasi oleh wisatawan asal Jerman dan negara-negara eropa lainnya.
Selain Tanjung Karang yang menjadi andalan obyek wisata Sulawesi Tengah adalah Taman Nasional Lore Lindu yang merupakan paru paru dunia serta potensi mega biodiversity. Taman Nasional ini juga telah dikunjungi wisatawan asing yang tertarik akan benda benda cagar budaya seperti patung-patung megalith yang terdapat di Lembah Bada, Lembah Besoa dan Lembah Napu. Untuk mengakses ini wisatawan harus trekking 2 sampai 3 hari di Taman Nasional Lore Lindu. Selain trekking Taman Nasional ini juga merupakan area Pengamatan Burung yaitu wisata minat khusus yang sedang trendy sekarang oleh wisatwan asing yang senang membuat foto burung dan rekam suara burung serta video burung burung di Indonesia. Selain obyek tersebut juga yang merupakan andalan adalah Taman Nasional Bawah Laut Kepulauan Togian yang merupakan potensi Diving di Kabupaten Tojo Unauna.
Pengelolaan Potensi tersebut hendaknya diartikan sebagai amanat Rakyat untuk menciptakan pekerjaan serta pertumbuhan ekonomi rakyat kecil.
Dari ketiga obyek andalan tersebut masih perlu pembenahan yakni:
- Promosi Pariwisatanya perlu merubah sistem bukan hanya cara cara lama saja tetapi perlu ada terobosan-terobosan mendatangkan Tour Operator yang benar benar Tour Operator serta pendayagunaan Dunia Maya semaksimal mungkin. Disamping hal itu person promosi atau tim promosi harus benar-benar orang kompoten dibidangnya karena selama ini keputusan penunjukan tim itu hanya sebatas Keinginan Bos Saja dan bukan dilihat dari ability seseorang. Dalam hal ini perlu adanya pemanfaatan Badan Promosi Pariwisata Sulawesi Tengah yang ada di Kuta, Bali.
- Sosok Pimpinan Yang Benar Benar Mengutamakan Kepentingan Rakyat.
- Pendayagunaan Pramuwisata perlu dimanfaatkan dan diperlakukan sebagai benar benar mitra usaha pariwisata.
Wassalam,
Darwin Sumang, SH
www.vacationindonesiatours.com
http://birdwatching2sulawesi.wordpress.com
Langganan:
Postingan (Atom)
Blogger templates
Blogger news
Kareba Dopa NAVAI
Popular Posts
-
Kapanlagi.com - Lilo tampaknya tak ingin berhenti untuk terus bereksplorasi dengan karyanya. Setelah bergabung kembali dengan KLa Project...
-
Bab III Sistem Pembuatan Master dan Rekaman
-
Studio Rekaman Pribadi>>> Kalo ada orang yang meragukan kemampuan kita dalam bermusik, ember, cuekin aja. Tapi kalo kamu suka musi...
-
Salut ka Hasan Bahasyuan Album Perdana B90s 1. Kaili Ntovea - Cipt. Hasan M. Bahasyuan / Lagani Lahamido 2. Oa - Oa - Cipt. Hasan M. Bah...
-
T o a l u s u Cipt. Herry Rahman Vocal : Herry Rahman Nisangaka bayangi Toalusu Njumanggaro Ranga Ia Nalusu Sakidepa Ane Tomanuru N...
-
Sebagai musisi maupun sound engineering dipastikan kita menginginkan sebuah lagu yang terekam dan siap dipublikasikan memiliki kualitas ...
-
John Myung dengan Dream Theater di Berlin 2007 (Catatan Jordan Rudess) Informasi latar belakang Nama lahir John Myung Lahi...
-
Akhir tahun 2010, musik rock Indonesia kembali digebrak oleh rilisan terbaru dari Log Music atau sub label dari Logiss Records yaitu Ed...
-
Sejarah industri rekaman di Indonesia bisa berawal dari dua tempat: Lokananta di Surakarta dan Irama di Menteng Jakarta. ‘Lokananta’ milik...
-
HASAN BAHASYUAN INSTITUTE sebuah Lembaga Studi Budaya dan Penciptaan Karya Seni yang didirikan sebagai bentuk keperdulian dan upaya k...






